PALANGKA RAYA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hanau di Kabupaten Seruyan dijadwalkan mulai beroperasi pada awal Mei 2025.
Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) ini menjadi bagian dari strategi memperluas dan memeratakan akses pelayanan kesehatan, terutama di wilayah barat provinsi yang meliputi Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara.
“Pak Gubernur menegaskan bahwa RSUD Hanau harus segera dioperasionalkan. Fungsinya harus dimaksimalkan dan menjadi layanan kesehatan yang representatif untuk wilayah barat,” kata Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, saat ditemui di Palangka Raya, Senin, 14 April 2025.
Menurut Edy, kehadiran rumah sakit ini merupakan respons terhadap pengalaman pahit di masa pandemi Covid-19, saat sistem layanan kesehatan kewalahan menangani lonjakan pasien.
“Waktu itu, RSUD Doris Sylvanus dan rumah sakit lainnya kekurangan daya tampung. Banyak pasien terpaksa dirawat di selasar,” ujarnya.
Ia berharap RSUD Hanau menjadi solusi jangka panjang atas persoalan daya jangkau dan ketersediaan fasilitas kesehatan di kawasan barat Kalimantan Tengah.
“Ini kontribusi penting untuk pelayanan kesehatan masyarakat kita di wilayah barat,” kata Edy.
Dari sisi sumber daya manusia, pemerintah telah menyiapkan tenaga kesehatan yang akan mengisi rumah sakit tersebut. Selain tenaga yang sudah tersedia, Pemprov juga menambah personel baru yang tengah menjalani pelatihan.
“Kalau diperlukan, kita juga akan sharing tenaga dari rumah sakit lain,” ucapnya.
Kepastian operasional RSUD Hanau juga ditandai dengan permintaan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, agar dilakukan ekspose terakhir sebelum rumah sakit resmi dibuka.
“Beliau meminta satu kali ekspose lagi, sebagai pemantapan sebelum operasional,” tambahnya.
Target awal pembukaan ditetapkan pada 1 Mei 2025. Namun karena bertepatan dengan hari libur nasional, operasional penuh diperkirakan akan dimulai pada 4 Mei.
“Keputusan final tetap menunggu arahan dari Pak Gubernur,” imbuhnya.
Sementara agenda peresmian rumah sakit akan menyesuaikan dengan jadwal Gubernur. Namun, kehadiran RSUD Hanau sudah dianggap sebagai tonggak penting pemerataan layanan kesehatan di Kalimantan Tengah.
“Ini bukan soal gedung baru saja, tapi keberpihakan pada masyarakat yang selama ini jauh dari fasilitas kesehatan memadai,” pungkas Edy.
(Sya'ban)












