PANGKALAN BUN – Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berinovasi dalam meningkatkan kinerja menuju pemerintahan yang baik dengan meluncurkan aplikasi E-Sakip (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah). Terobosan ini pun merupakan yang pertama di Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kobar, Juni Gultom menyampaikan bahwa peluncuran aplikasi E Sakip ini telah melalui uji coba selama 2 tahun dan difasilitasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Menurut Juni Gultom, perencanaan pembangunan Kobar akan dimasukkan dalam pohon kinerja melalui aplikasi E Sakip , karena saat ini perencanaan pembangunan harus berbasis E Goverment atau digitalisasi dalam bidang pelayanan pemerintahan, maka dalam konteks perencanaan pembangunan maupun pengukuran dalam selanjutnya akan menggunakan E Sakip.
“Untuk wilayah Kalimantan Barat, E Sakip ini baru Kobar yang menggunakan aplikasi ini, semoga dengan penggunaan E Sakip ini akan mendongkrak nilai dari B ke A,” ujar Juni Gultom saat dikonfirmasi Rabu, 16 April 2025.
Dimana menurutnya bahwa kelebihan dari Aplikasi E Sakip ini akan terjadi efisiensi anggaran, dimana terhadap sasar tertentu atau dalam satu program akan dikerjakan secara gotong royong yang melibatkan beberapa OPD. Misalnya saja dalam mewujudkan swasembada pangan ,bukan saja tugas dari Dinas Pertanian, di bantu oleh beberapa OPD.
Sehingga lanjuthya, penerapan E Sakip sendiri tidak lepas dari penggunaan pohon kinerja dan hal tersebut akan mewujudkan efisiensi anggaran, dimana skema pohon kinerja adalah mencari atau menentukan akar permasalahan, yang kemudian di selesaikan secara kolektif oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah terkait.
“Dengan adanya efisiensi anggaran ini , Daerah di Minta untuk bisa berbuat dengan melakukan terobosan, dimana kondisi anggaran yang terbatas tentunya pembangunan yang akan dilaksanakan menggunakan prioritas, untuk itu menggunakan pohon kinerja untuk bisa melihat apa akar permasalahannya, sehingga sistem gotong royong OPD inilah yang akan menguatkan dalam pembangunan daerah kita kedepannya,” ujar Kepala Bappedalitbang Kobar Juni Gultom. (man)












