PULANG PISAU – Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Mastuni, mengingatkan bahwa keberhasilan program cetak sawah sangat bergantung pada pengawasan yang optimal, bukan sekadar alokasi anggaran dan ketersediaan lahan.
Mastuni menilai, cetak sawah adalah salah satu program strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Namun, ia menekankan bahwa tanpa kontrol yang kuat di lapangan, program ini bisa melenceng dari sasaran dan bahkan berujung pada kegagalan.
“Kalau pengawasan lemah, bisa saja terjadi penyimpangan. Akhirnya lahan terbengkalai dan petani tidak merasakan manfaatnya,” ucap Mastuni, Minggu 20 April 2025.
Ia mencontohkan beberapa wilayah lain yang mengalami masalah serupa karena perencanaan tidak melibatkan petani secara langsung, dan pelaksanaannya minim pendampingan teknis. Menurutnya, hal itu harus menjadi pelajaran penting bagi Pulang Pisau agar tak mengulang kesalahan serupa.
Mastuni juga mendorong Dinas Pertanian untuk aktif melakukan monitoring serta melibatkan pengawas independen agar setiap tahap pelaksanaan terjaga transparansi dan akuntabilitasnya. “Jangan cuma cetak sawah, tapi tak ada kelanjutan. Harus dipastikan lahannya produktif,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menyatakan komitmen DPRD untuk terus mengawal program ini, demi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani dan berdampak nyata pada peningkatan produksi pangan daerah. (ds)












