KUALA KURUN – Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong mengikuti kegiatan Rapat koordinasi pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN-PN) dalam pengembangan dan pembinaan kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba, Selasa 6 Mei 2025.
Kegiatan yang mengangkat tema “Semangat Huma Betang, Masyarakat Bergerak Bersama” tersebut digelar di Aula Jayang Tingang Lantai 1, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jalan RTA Milono No. 1, Palangka Raya. Rapat dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Provinsi Kalteng, H. Masmur, dan diikuti oleh 13 kabupaten dan 1 kota se-Kalimantan Tengah.
Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas sejumlah strategi dan program kerja guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan P4GN-PN di daerah. Ini meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta optimalisasi peran masyarakat dalam mendukung program-program pencegahan yang telah dicanangkan.
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong menyebutkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks dan merusak generasi bangsa.
Dikatakannya bahwa, dengan mengedepankan filosofi Huma Betang, yang mencerminkan nilai kebersamaan, persatuan, dan gotong royong, seluruh elemen masyarakat diajak bersatu melawan peredaran gelap narkoba.
“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berkomitmen dalam mendukung penuh program ini. Kita akan terus mendorong sinergi lintas sektor, termasuk pembentukan regulasi daerah yang mengatur tentang penanganan narkotika,” ungkap Jaya Samaya Monong.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Gunung Mas Sugiarto menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunung Mas telah membentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang Narkotika sebagai wujud keseriusan dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayahnya.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kabupaten Gunung Mas dan seluruh daerah di Kalimantan Tengah semakin siap dan tanggap terhadap berbagai potensi ancaman narkoba, serta dapat memperkuat jaringan kerjasama antarlembaga demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat bagi generasi mendatang,” sebutnya. (ale)












