PALANGKA RAYA – Harapan warga Desa Lupak, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, mulai menemukan titik terang. Dalam kunjungannya pada Rabu, 7 April 2025, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran berjanji akan menuntaskan persoalan listrik di seluruh wilayah Kalteng pada tahun 2026.
Janji tersebut disampaikan langsung di hadapan masyarakat saat kegiatan pasar murah yang juga menjadi ajang serap aspirasi. Warga menyampaikan keluhan soal minimnya infrastruktur dan belum meratanya akses listrik, terutama di desa–desa pelosok. Menanggapi itu, Gubernur Agustiar menegaskan bahwa pemerintah provinsi tengah menyusun langkah konkret, termasuk mengkaji ketersediaan anggaran dan kewenangan, untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Untuk listrik yang diusulkan masyarakat di sini, minggu depan akan terpasang dan bisa dinikmati masyarakat, melalui skema solar cell,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan kelistrikan secara menyeluruh di Kalteng akan rampung pada 2026.
“Sedangkan untuk keseluruhan Kalimantan Tengah, akan tuntas tahun depan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo secara resmi membuka kegiatan pasar murah tersebut. Dalam sambutan yang dibacakannya mewakili Gubernur, Wagub menuturkan bahwa pasar murah merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok yang cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri.
“Bapak Gubernur berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga bahan pokok, salah satunya dengan kegiatan pasar murah seperti yang kita laksanakan hari ini,” katanya.
Ia menambahkan, pasar murah merupakan bagian dari Program 100 Hari Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pasar murah ini telah kita laksanakan di semua desa se-Kalimantan Tengah, didistribusikan kepada masyarakat sebelum lebaran dan sisanya pasca lebaran,” imbuhnya.
Wagub juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah didukung oleh TNI dan Polri agar berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran.
“Kita harapkan dengan adanya pasar murah ini menjadi momentum saling berbagi kebahagiaan dan mempererat rasa kebersamaan seluruh masyarakat, demi mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Sejahtera,” tukasnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan pasar murah tersebut disediakan 1.500 paket sembako yang berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 2 liter, dengan harga Rp146.750 per paket. Pemprov Kalteng memberikan subsidi sebesar Rp131.750 dan Gubernur Agustiar Sabran menambah subsidi Rp15.000, sehingga paket sembako tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
(Syauqi)












