Pertalite Langka di Kotim, Ketua Ormas KPK Desak Pemerintah Turunkan Tim BBM Gabungan!

NARDI/BERITA SAMPIT - Antrean salah satu SPBU di Kotim.

SAMPIT – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Timur (Kotim) kembali menuai keluhan dari masyarakat.

Antrean kendaraan bermotor, terutama roda dua, tampak mengular di sejumlah SPBU di Sampit dalam beberapa hari terakhir. Ironisnya, kelangkaan ini justru dibarengi dengan maraknya pelangsir yang diduga membeli BBM bersubsidi untuk dijual kembali.

Ketua Komunitas Peduli Kotim (KPK) sekaligus Ketua Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Kotim, Audy Valent, menyoroti fenomena ini sebagai persoalan yang sudah berlangsung lama.

Ia menyebut praktik pelangsir sudah sangat masif hingga ke wilayah pedalaman dan perkotaan, bahkan terkesan dibiarkan.

“Kejadian ini sebenarnya bukan saat ini saja. Kekuasaan pelangsir sepertinya sudah memasuki lingkaran SPBU,” tegas Audy, Jumat 30 Mei 2025.

Ia menyebutkan fenomena tersebut sudah masif mulai dari beberapa wilayah pedalaman Kotim sampai wilayah dalam Kota Sampit

Ia mendesak agar Tim BBM Gabungan yang pernah terbentuk dan sempat aktif turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan, segera diaktifkan kembali.

Menurutnya, solusi nyata dan tegas dibutuhkan agar masyarakat tidak terus menjadi korban praktik nakal oknum pelangsir.

“Kita maunya Tim BBM Gabungan yang dulu pernah terbentuk dan pernah turun langsung ke lapangan kembali diaktifkan lagi. Jangan tunggu masyarakat marah baru bergerak. Ini tanggung jawab semua pihak, termasuk aparat dan instansi terkait,” ucapnya.

Pengawasan di SPBU harus diperketat. Jangan sampai ada pembiaran terhadap praktik pelangsiran yang dapat merugikan masyarakat.

Sementara itu diberitakan sebelumnnya, kelangkaan Pertalite sendiri sudah dikeluhkan warga sejak beberapa waktu lalu. Warga harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain hanya untuk mendapatkan BBM subsidi. Bahkan banyak yang terpaksa beralih ke Pertamax karena tidak sanggup mengantre panjang.

baca juga ...  Pembina Tari Kehilangan Motor Saat Persiapan Festival UMKM 2025

Pihak Pertamina Sampit menyebut keterlambatan pasokan terjadi akibat distribusi dari luar daerah, khususnya Kotabaru, yang belum tiba. Ia memastikan kondisi ini bersifat sementara dan pasokan diharapkan kembali normal awal bulan depan.

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!