SAMPIT – Suasana duka menyelimuti warga sekitar Jalan Tjilik Riwut, Sampit. Seorang pria yang selama ini dikenal sebagai “Pak Ogah”, sosok sukarelawan pengatur lalu lintas di perempatan Jalan Sampurna–Tjilik Riwut, Kotawaringin Timur (Kotim), meninggal dunia secara tragis pada Minggu pagi, 1 Juni 2025.
Korban dikabarkan tewas di tempat setelah ditabrak oleh seorang pengendara saat tengah membantu mengatur arus kendaraan. Aksi mulianya yang selama ini membantu pengguna jalan, justru berakhir dengan maut.
Kabar duka ini pertama kali mencuat lewat unggahan akun Facebook Natasya Putri Pratiwi. Dalam tulisannya, ia mengungkapkan kesedihan atas kepergian sang “Pak Ogah” yang selama ini dikenal ramah dan setia berdiri di tengah panas dan hujan demi membantu kelancaran lalu lintas.
“Innalillahiwainailahirojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Pak Ogah yg di Simpang Jalan Cilik Riwut-Jalan Sampurna. Info nya di tabrak orang td pagi, dan MD di tempat.. semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT.”
Diketahui, berdasarkan data dirinya pria yang kerap mengatur jalan itu bernama Hari. Ia lahir di Kabupaten Semarang pada tahun 1963 dan kini tinggal di Jalan Wengga Jaya Agung, Sampit.
Sosok almarhum dikenal ramah dan sangat berjasa bagi warga yang melintas di perempatan padat tersebut.
“Beliau sering mengatur jalan di simpang itu, karena memang cukup ramai kendaraan. Ia membantu dengan memberikan isyarat agar orang bisa melintas dengan aman. Kami sebagai pengguna jalan sangat terbantu dengan kehadirannya,” ungkap Ica seorang warga yang sering melintas di kawasan tersebut.
Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam di kalangan masyarakat dan warganet. Banyak yang menyampaikan ucapan duka serta doa melalui kolom komentar media sosial.
“Ya Allah… Innalillahi wainnailaihi rojiun. Mudahan sidin di tempatkan yang terindah di sisi Allah. Sidin baikan banar. Niat sidin baik banar tanpa digaji, meatur jalanan membantu kanakan menyebrang,” tulis akun bernama Marny.
Kini, warga berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan pengguna jalan bisa lebih berhati-hati. Sementara itu, doa terus mengalir untuk almarhum Pak Hari yang telah tulus membantu tanpa pamrih demi keselamatan orang lain.
(Nardi)












