100 Hari Agustiar-Edy: Program Pro-Rakyat Jadi Prioritas Utama

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, memimpin konferensi pers 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng di Istana Isen Mulang, Senin sore, 2 Juni 2025.

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo menandai 100 hari masa kerjanya dengan sejumlah capaian program yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat.

periode 2025-2030 ini menegaskan komitmennya sebagai yang pro-rakyat melalui penguatan layanan pendidikan, , pengentasan kemiskinan, serta penguatan ekonomi .

Dalam konferensi pers 100 hari kerja di Istana Isen Mulang, Senin sore, 2 Juni 2025, Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa orientasi pembangunan baru ini adalah keberpihakan pada masyarakat kecil melalui program-program nyata yang langsung dirasakan dampaknya.

Salah satu program unggulan yang kini memasuki tahap persiapan adalah Kartu Huma Betang Sejahtera, yang akan mengintegrasikan berbagai jenis bantuan sosial dan subsidi layanan dasar. Leonard menyebutkan, kartu ini menyasar sektor pendidikan, , pertanian, perikanan, hingga bantuan pasar murah.

“Kami sedang menyusun data calon penerima manfaat agar program ini tepat sasaran. Kartu ini tidak hanya simbolik, tapi menjadi alat untuk menjamin hak-hak dasar masyarakat, khususnya yang tidak mampu,” ujarnya.

Dalam bidang pendidikan, program Huma Betang 1 Rumah 1 Sarjana mulai direalisasikan melalui subsidi UKT bagi 3.060 mahasiswa yang tersebar di 32 perguruan tinggi.

Di samping itu, langkah digitalisasi dilakukan melalui penyediaan 4.339 papan tulis interaktif dan instalasi panel surya serta koneksi internet berbasis Starlink untuk sekolah-sekolah di wilayah pelosok.

Langkah ini, menurut Leonard, adalah investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas SDM .

Di bidang , Pemerintah Provinsi juga menggulirkan pemeriksaan gratis di 195 puskesmas, operasi katarak dan bibir sumbing gratis, serta pemeriksaan kehamilan dan USG tanpa biaya.

baca juga ...  Kekosongan Jabatan ESDM Segera Diisi, Sejumlah Nama Sudah Diusulkan

Upaya penurunan stunting menjadi salah satu prioritas utama. Berdasarkan data terbaru Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, prevalensi stunting di Kalteng turun 1,4 persen menjadi 22,1 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 20,6 persen pada akhir 2025.

Leonard menegaskan bahwa kerja kolaboratif lintas instansi, penandatanganan komitmen bersama, hingga kerja sama dengan BKKBN dalam program GENTING telah memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.

Di sektor ekonomi, program Koperasi Merah Putih telah terbentuk di seluruh 1.571 dan kelurahan di , usai dicanangkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pada 22 Mei 2025.

“Koperasi ini adalah kendaraan ekonomi rakyat. Kami ingin ekonomi tumbuh dari bawah, bukan hanya tergantung pada pasar besar,” jelas Leonard.

Sementara itu, untuk mendukung nelayan kecil, Pemprov juga menyalurkan subsidi harga ikan sebesar Rp10.000 per kilogram untuk 2.275 kg hasil tangkapan nelayan, sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.

Pemprov juga mulai menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoperasikan empat Unit Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) di Kota , melayani 55 sekolah dan 2 puskesmas dengan sasaran 15.000 siswa, ibu hamil, dan menyusui. Program ini akan diperluas dengan penambahan 9 unit SPPG di enam kabupaten/kota.

Untuk mendukung pendidikan nonformal, Pemprov telah mengusulkan pembentukan Sekolah Rakyat ke Kementerian Sosial RI untuk tingkat provinsi dan 9 kabupaten.

Tak kalah penting, program pasar murah telah menjangkau 1.432 dengan total 140.000 paket sembako bersubsidi. Ini adalah langkah konkret Pemprov untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok.

Dalam bidang infrastruktur, jalan penghubung -Kuala Kurun sepanjang 152 km kini telah fungsional 100 persen, mempersingkat waktu tempuh dari 4 jam menjadi 2,5 jam.

baca juga ...  Tak Punya Agunan? Haguet Siapkan Kredit Rp50 Juta untuk UMKM Kalteng

Leonard menyampaikan bahwa 100 hari pertama ini baru langkah awal. akan terus memastikan bahwa program-program pro-rakyat menjadi wajah utama .

“Pak Gubernur dan Pak Wagub ingin pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat. Bukan pembangunan yang hanya terlihat di dokumen, tapi yang benar-benar terasa di -, di dapur rumah tangga,” tutup Leonard.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!