PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) menginstruksikan manajemen RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk segera menyelesaikan permasalahan utang yang mencapai Rp120 miliar. Instruksi tersebut disampaikan guna memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap berjalan optimal dan tidak terganggu oleh persoalan keuangan.
Plt. Direktur RSUD Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul, mengatakan bahwa Gubernur Agustiar telah memberikan arahan agar seluruh permasalahan diselesaikan secara cepat dan tepat.
“Sebenarnya, sampai saat ini, kami sudah menyelesaikan cukup banyak utang. Dalam lima bulan terakhir saja, kita sudah berhasil mengurangi sekitar 40 miliar rupiah,” kata Syutibusai mendampingi kunjungan Gubernur di rumah sakit tersebut, Selasa 11 Juni 2025.
“Bahkan, kalau melihat tren ini, kami perkirakan hingga akhir tahun nanti masalah utang bisa selesai, dan tahun 2026 kita bisa kembali surplus,” tambahnya.
Suyuti juga mengakui masih terdapat beberapa jenis obat yang tidak tersedia. Namun, ia memastikan bahwa kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu operasional rumah sakit secara keseluruhan.
“Saya pribadi mengambil estimasi aman satu bulan, apalagi kalau misalnya ada lonjakan pasien. Kami juga sedang melakukan berbagai langkah efisiensi agar semua persoalan ini bisa diselesaikan secepat mungkin, sesuai harapan Bapak Gubernur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, secara umum ketersediaan stok obat masih mencukupi dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga dua bulan ke depan.
Diketahui, RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya memiliki utang sebesar Rp 120 miliar. Utang tersebut merupakan warisan dari menajemen sebelumnya pada periode 2023-2024.
(Syauqi)












