PULANG PISAU – Sungai Kahayan masih menjadi nadi kehidupan masyarakat Kabupaten Pulang Pisau, namun kondisinya kini semakin memprihatinkan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) setempat, Hendri Arroyo, menyuarakan keprihatinan sekaligus imbauan agar warga dan pelaku usaha bersatu menjaga kelestariannya, Kamis 12 Juni 2025.
Hendri menegaskan, Sungai Kahayan adalah satu-satunya sumber air baku bagi warga Pulang Pisau. Namun kualitas air sungai tersebut tidak lagi ideal, dengan tingkat pencemaran yang mulai mengkhawatirkan.
“Jangan buang sampah ke sungai. Kita harus sadar bahwa air ini kita pakai setiap hari,” ujarnya.
Menurutnya, pencemaran Sungai Kahayan tidak hanya disebabkan oleh aktivitas lokal, tetapi juga kiriman limbah dari daerah lain, terutama saat musim hujan.
“Air sungai membawa banyak muatan, termasuk limbah industri, zat kimia, dan sampah dari hulu. Ini sangat berbahaya bila dibiarkan,” jelasnya.
Hendri mengungkapkan bahwa kondisi lahan gambut yang meluas di wilayah ini, sekitar 60 persen, turut berkontribusi terhadap kualitas air yang semakin menurun. Meski pengolahan oleh PDAM masih mampu menyaring air, potensi zat berbahaya yang tersisa tetap menjadi ancaman tersembunyi.
Ia juga menyinggung aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di sekitar aliran sungai, yang memperburuk keadaan.
“Bukan hanya warga yang terdampak, tapi seluruh ekosistem ikut rusak bila kita tutup mata terhadap kerusakan sungai,” tambahnya.
DLHK Pulang Pisau berharap seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku industri, bangkit dan mengambil peran aktif menjaga kelestarian Sungai Kahayan.
“Ini bukan soal hari ini saja. Ini soal masa depan kita semua, karena air adalah hak dasar manusia,” tegas Hendri. (ds)












