PULANG PISAU – Langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau dalam menyelenggarakan pelatihan tenaga kesehatan untuk layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) mendapat dukungan penuh dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Jamilah, menilai pelatihan tersebut sebagai upaya nyata dalam memperkuat peran puskesmas dalam mencegah penyakit tidak menular.
Dikonfirmasi usai mengetahui pelaksanaan kegiatan yang digelar di Palangka Raya itu, Sabtu 14 Juni 2025, Jamilah menegaskan bahwa rokok masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan kesehatan masyarakat. Karena itu, langkah menghadirkan tenaga konselor berhenti merokok di puskesmas adalah strategi yang sangat dibutuhkan.
“Puskesmas harus menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi dan layanan preventif. Pelatihan ini adalah bentuk kesiapan kita dalam menghadapi tantangan penyakit akibat gaya hidup, terutama merokok,” kata Jamilah.
Politisi perempuan dari daerah pemilihan Kahayan Hilir ini juga mengapresiasi keterlibatan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung peningkatan kapasitas SDM kesehatan Pulang Pisau. Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi pemicu program-program serupa yang lebih luas cakupannya.
Menurut Jamilah, penting bagi DPRD untuk terus mendorong alokasi anggaran kesehatan yang responsif terhadap isu-isu preventif seperti UBM. Ia juga meminta agar hasil pelatihan ini tidak berhenti pada teori semata, melainkan diterapkan langsung di layanan puskesmas secara berkelanjutan.
“Dengan tenaga yang terlatih dan layanan UBM berjalan optimal, saya percaya masyarakat bisa lebih terbantu dalam melepaskan diri dari kecanduan rokok, demi hidup yang lebih sehat,” pungkas Jamilah. (ds)












