PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong pemerataan pembangunan, tak hanya di kota, tetapi juga hingga ke wilayah pelosok dan pedalaman.
Komitmen ini kembali ditegaskan Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo dalam sambutannya saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Barito Utara, Senin pagi, 30 Juni 2025, di Arena Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh.
Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Kalteng, Edy memperkenalkan program prioritas Kartu Huma Betang Sejahtera, yang dijadwalkan mulai berjalan efektif pada tahun 2026.
Program tersebut dirancang untuk membuka akses layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan perlindungan sosial secara lebih merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
“Program ini adalah bentuk keseriusan pemerintah provinsi untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati di pusat kota, tapi juga menjangkau desa–desa, tepian sungai, dan wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal,” ujar Edy.
Wagub menyebut bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi Kalimantan Tengah adalah disparitas antarwilayah dalam hal infrastruktur, layanan dasar, dan kualitas hidup masyarakat.
Dengan program Kartu Huma Betang Sejahtera, Pemprov Kalteng berupaya menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan berbasis keadilan sosial.
Menurut Edy, kartu ini akan berfungsi sebagai identitas penerima manfaat program daerah yang meliputi bantuan pendidikan, layanan kesehatan terintegrasi, serta akses pada pembinaan ekonomi keluarga, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Kami ingin pastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal. Ini bukan janji politik, tapi program konkret yang telah dirancang dan akan mulai dijalankan tahun depan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, dalam momen peringatan HUT ke-75 Barito Utara, Wagub secara simbolis menyerahkan tiga unit kendaraan operasional untuk RSUD Muara Teweh.
Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
“Ini adalah langkah kecil tapi penting. Pelayanan kesehatan tidak boleh terhambat oleh jarak atau keterbatasan fasilitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Edy juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang inklusif—yakni kepemimpinan yang merangkul semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau afiliasi politik.
“Saya dan Pak Gubernur bukan pemimpin satu kelompok. Kami adalah pemimpin seluruh masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Edy berharap bahwa ke depan, Kabupaten Barito Utara dan seluruh daerah di Kalimantan Tengah dapat bergerak secara seimbang dan saling menopang, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Visi ini menurutnya sejalan dengan semangat Hari Jadi yang ke-75, sebagai refleksi sekaligus titik tolak menuju masa depan yang lebih baik.
(Sya'ban)












