Dewan Tegaskan Anggaran Bidang Kebudayaan Pariwisata Harus Tegak Lurus dengan Janji Bupati 

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang H Syamsu.

SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Timur (Kotim) Dadang H Syamsu mendukung pendirian Rumah Betang Dayak di Tualan Hulu yang merupakan cerminan semua elemen masyarakat.

“Tentunya itu sangat bagus DPRD mendukung itu merupakan salah satu wujud merawat budaya,” kata Dadang, Selasa 1 Juli 2025.

Namun politisi PAN ini menyayangkan anggaran di OPD yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim belum memadai, seharusnya itu bisa tegak lurus dengan janji Bupati Kotim melestarikan adat budaya daerah.

“Tradisi mamapas lewu, kemudian festival budaya Isen Mulang juga minim anggaran, padahal itu janji kepala daerah harusnya bisa diwujudkan dengan sebaran anggaran yang ideal,” ujarnya.

Dirinya bersama rekan-rekan DPRD Kotim selalu memperjuangkan anggaran agar betul tepat sasaran salah satu nya pelestarian budaya daerah dan mendorong langkah nyata dan kongkret dari pemerintah.

Dadang menyampaikan Rumah Betang ini menjadi destinasi wisata dan menjadi harapan agar program pelestarian budaya menjadi perhatian serius pemerintah dan terus berkelanjutan.

Diberitakan sebelumnnya bahwa pembangunan Rumah Betang di Luwuk Sampun Kecamatan Tualan Hulu dimulai, dengan prosesi adat Tampung Tawar oleh Damang Kepala Adat (DKA) Leger Toegal Kunum sebagai tanda dimulainya pendirian tiang utama betang, Sabtu 28 Juni 2025.

Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kotim Rihel, mewakili Bupati Kotim. Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kotim, Camat Tualan Hulu, unsur muspika, Ketua DAD, Mantir Adat Tualan Hulu, kepala , ketua BPD, pimpinan PBS, koperasi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat yang diwakili oleh BP Danthe J Teras.

Ketua Panitia Pembangunan Anggau dalam laporannya menyampaikan bahwa dana awal pembangunan Betang diperoleh dari bantuan pemerintah serta kontribusi para pengusaha.

baca juga ...  Komisi I DPRD Kotim Berencana Tinjau Lahan Sengketa Warga dengan PT BMW

“Material sudah kami siapkan sampai tahap pemasangan tiang utama. Proses pemasangan tiang pun kami lakukan secara tradisional, sesuai adat Dayak di Tualan Hulu,” jelasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!