PALANGKA RAYA – Program 100 Hari Kerja Huma Betang yang digagas Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran terbukti menjadi motor percepatan pembangunan di Bumi Tambun Bungai.
Dalam waktu singkat, berbagai kebijakan strategis menyentuh langsung kebutuhan rakyat hingga ke pelosok pedalaman.
Sejak dilantik awal 2025, Agustiar bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo bergerak cepat dengan semangat kerja nyata. Mereka menolak hanya berhenti pada janji politik.
“Seratus hari pertama bukan soal waktu yang panjang, tetapi langkah awal yang menentukan arah pembangunan. Kami tidak ingin masyarakat hanya mendengar teori, tapi merasakan bukti nyata,” tegas Agustiar dalam keterangannya, Senin, 7 Juli 2025.
Huma Betang menjadi jawaban atas berbagai persoalan krusial. Pemerintah memperluas akses internet hingga ke daerah terpencil untuk mendorong pemerataan digitalisasi.
Upaya ini disertai penurunan harga kebutuhan pokok melalui pasar murah, perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, serta percepatan bantuan bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil.
Gubernur Agustiar turun langsung ke lapangan untuk memastikan program berjalan tanpa hambatan. Kunjungan kerja dilakukan ke berbagai kabupaten dan desa, mulai dari wilayah pesisir hingga pedalaman.
Di sana ia menyapa warga, mendengar keluhan, serta meninjau langsung hasil kerja aparat di lapangan.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan lahir dari suara masyarakat. Itulah sebabnya kami hadir di tengah mereka, bukan hanya di balik meja kantor,” ujarnya.
Tak hanya itu, Gubernur juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke instansi pelayanan publik seperti RSUD, Bapenda, hingga sekolah-sekolah.
Ia menyoroti praktik penahanan ijazah siswa akibat tunggakan biaya, yang dinilainya bertentangan dengan semangat pendidikan inklusif.
“Tidak boleh ada anak Kalteng yang masa depannya tertahan hanya karena persoalan biaya. Kami minta semua pihak memastikan hal ini,” tegasnya.
Program 100 Hari Kerja Huma Betang juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Pemprov menggandeng Forkopimda, tokoh adat, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi, Pemprov Kalteng menggagas Huma Betang Night, sebuah agenda mingguan yang memadukan promosi produk UMKM, pertunjukan seni budaya, dan interaksi masyarakat dengan pemerintah.
“Huma Betang Night menjadi simbol kebersamaan kita. Selain menggerakkan ekonomi, kegiatan ini juga menjaga kearifan lokal dalam bingkai NKRI,” kata Agustiar dalam Huma Betang Night Pekan Keempat di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam, 5 Juli 2025.
Program 100 Hari Kerja yang berlangsung 20 Februari hingga 30 Mei 2025 itu ditutup dengan capaian 100 persen. Keberhasilan tersebut diakui bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
Dengan semangat kerja cepat dan gotong royong, Agustiar menyebut program ini sebagai fondasi awal untuk mendorong visi Kalteng Berkah (Berdaya Saing, Energik, Ramah, Kreatif, Amanah, Harmonis) sekaligus mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Kerja nyata tidak boleh berhenti. Kami akan terus menjaga ritme ini karena rakyat Kalteng menaruh harapan besar,” pungkasnya.
(Sya'ban)












