PALANGKA RAYA – Trauma akibat insiden kebakaran hebat yang melanda toko elektronik UFO Palangka Raya pada 14 Maret 2025 masih membekas.
Kepanikan kembali terjadi saat api kecil muncul di lantai tiga bekas bangunan yang terbakar, Minggu siang, 13 Juli 2025.
Meski hanya meliputi area sekitar dua meter persegi, asap hitam yang sempat mengepul dari lantai atas toko di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 4 itu langsung memicu kecemasan di antara karyawan dan pengunjung.
Store Manager UFO Palangka Raya, Toni, membenarkan adanya insiden kecil tersebut. Ia menjelaskan, api berasal dari sisa freon AC yang pernah terbakar dalam kejadian sebelumnya.
“Sebenarnya insiden kecil saja. Api bisa dipadamkan menggunakan APAR. Tapi karena trauma kebakaran dulu, semua jadi panik,” ujarnya kepada wartawan.
Toni mengatakan, saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan.
Petugas kemudian membantu proses pembasahan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Ia juga mengapresiasi respon cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya yang langsung meluncur ke lokasi begitu mendapat laporan.
“Toko sempat ditutup 15 sampai 20 menit untuk evakuasi dan pendinginan. Tapi tidak ada dampak kerusakan baru,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Penyelamatan DPKP Kota Palangka Raya, Sucipto, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 12.08 WIB.
“Begitu menerima informasi, tim langsung kami kirim ke lokasi. Yang terbakar adalah sisa-sisa kertas dari kejadian sebelumnya,” jelas Sucipto.
Ia mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan proses penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab munculnya api kepada kepolisian.
Sebagai catatan, kebakaran besar sempat melanda UFO Palangka Raya pada Jumat malam, 14 Maret 2025.
Api yang diduga berasal dari bagian atap gudang lantai tiga cepat menjalar dan melahap sebagian besar bangunan serta persediaan elektronik.
Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material besar, tetapi juga mengakibatkan lima petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka akibat kelelahan dan paparan asap. Beberapa di antaranya bahkan sempat pingsan di tengah upaya penyelamatan.
Trauma akan kejadian itu masih dirasakan hingga kini, terutama oleh karyawan yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa Maret lalu.
Meski insiden terbaru ini tidak menimbulkan korban maupun kerusakan berarti, pihak manajemen toko tetap waspada dan berjanji meningkatkan sistem keamanan kebakaran internal, termasuk pengecekan rutin sistem kelistrikan dan ventilasi AC.
(Sya'ban)












