PULANG PISAU – Desa Tahai Jaya di Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas sosialisasi program Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (Dishampang) setempat. Program ini menjadi strategi penting dalam mendorong perubahan pola konsumsi pangan masyarakat menuju pola yang lebih sehat dan berkualitas.
Kegiatan sosialisasi digelar di aula Kantor Desa Tahai Jaya, Kamis 31 Juli 2025, dengan melibatkan lebih dari 100 peserta yang terdiri dari pengurus PKK, kader PKK, hingga kader Posyandu. Acara dibuka oleh Kepala Dishampang Pulang Pisau, Paridah Ernawati, mewakili Bupati H Ahmad Rifa'i, serta turut dihadiri Ketua TP PKK Pulang Pisau Hj Hasanah Rifa'i dan unsur Tripika Kecamatan Maliku.
Dalam laporannya, Paridah menjelaskan bahwa program B2SA merupakan inisiasi Badan Pangan Nasional yang disalurkan melalui Dana Alokasi Khusus Non Fisik. Program ini menyasar empat desa penerima manfaat di Pulang Pisau, yakni Tahai Jaya, Kantan Dalam, Sei Pasanan, dan Pilang, dengan pendekatan edukatif dan praktis.
“Melalui kebun B2SA dan pelatihan teknis pengolahan pangan lokal, kami berharap warga semakin memahami pentingnya konsumsi pangan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan seimbang,” ujar Paridah.
Ia menambahkan, masyarakat desa memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan daerah jika diberikan pemahaman yang tepat tentang diversifikasi pangan lokal dan pengelolaan hasil pertanian rumah tangga.
Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan angka konsumsi pangan bergizi, tetapi juga untuk memperkuat peran perempuan melalui peran aktif PKK dan Posyandu sebagai agen perubahan di tingkat desa.
Ketua TP PKK Pulang Pisau, Hj Hasanah Rifa'i, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga dan menyebut pentingnya kesinambungan program ini agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Kegiatan di Tahai Jaya ini menjadi langkah awal dalam membangun pola pikir baru tentang konsumsi pangan. Pemerintah daerah berharap keberhasilan di desa–desa penerima dapat menjadi model bagi desa lain dalam upaya membangun masyarakat sehat dan mandiri secara pangan. (ds)












