UMPR Dorong Pemahaman Generasi Muda tentang Pentingnya Pengawasan Pelayanan Publik yang Inklusif-Akuntabel

IST/BERITASAMPIT - Universitas Muhammadiyah (UMPR) menggelar Seminar Keterbukaan dan Pengawasan Pelayanan Publik.

– Universitas Muhammadiyah (UMPR) menggelar Seminar Keterbukaan dan Pengawasan Pelayanan Publik, di Aula Utama Kampus I UMPR, , Jumat 1 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta berbagai perwakilan lembaga publik dan dibuka oleh Rektor UMPR yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Chandra Anugrah Putra.

Dalam sambutannya, Chandra Anugrah Putra menyampaikan pentingnya peran transparansi, akuntabilitas, serta desentralisasi pelayanan publik berbasis data dalam membangun kesejahteraan daerah yang inklusif.

“Peningkatan kualitas fasilitas sosial dasar, transparansi, dan akuntabilitas merupakan jembatan menuju Indonesia yang lebih berkeadilan,” ucapnya.

Semangat otonomi daerah tidak hanya menjadi slogan, tetapi harus menjadi sarana nyata dalam mendorong transformasi sosial dan ekonomi di berbagai lini.

“Selain itu, pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, dalam mendukung sistem pelayanan publik yang manusiawi dan merata,” tambahnya.

Seminar ini menghadirkan Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Mokhammad Najih sebagai salah satu narasumber utama. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengawasan pelayanan publik.

“Pengawasan tidak bisa dilakukan secara mandiri. Kita perlu membangun sinergi antara lembaga pengawas, DPR/DPRD, masyarakat sipil, hingga perguruan tinggi. Peran kampus sangat strategis, baik dalam bentuk penelitian, pengabdian masyarakat, maupun alih teknologi,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, dalam hal ini j lima bidang pengaduan layanan publik yang paling banyak dilaporkan ke Ombudsman, yaitu bidang kependudukan, pendidikan, kepegawaian, pelayanan kepolisian, serta hak-hak sipil dan .

“Bentuk maladministrasi yang paling sering ditemukan di lapangan adalah tidak diberikannya pelayanan, adanya prosedur yang berbelit-belit, hingga pelayanan yang tertunda dengan alasan tidak jelas seperti gangguan jaringan atau ketidakhadiran petugas,” ungkapnya.

baca juga ...  Persiapan Kegiatan Paskah Pemprov Kalteng Capai 80 Persen, Target 10 Ribu Jemaat

Melalui kegiatan ini, UMPR berharap mampu mendorong pemahaman generasi muda tentang pentingnya pengawasan pelayanan publik yang inklusif dan akuntabel, serta memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan dan lembaga pengawas demi pelayanan publik yang lebih baik. (yud)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!