LAMANDAU – Fenomena pemasangan bendera bajak laut dari anime One Piece yang disandingkan dengan bendera Merah Putih turut terjadi di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Peristiwa ini terpantau di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, pada Sabtu 2 Agustus 2025 kemarin.
Foto dan video yang memperlihatkan bendera Merah Putih berkibar dan dibawahnya simbol bajak laut dalam anime One Piece di atas sebuah warung kayu, menjadi viral di media sosial. Unggahan tersebut menuai berbagai reaksi dari warganet.
Dandim 1017/Lamandau, Letkol Arm Ady Kurniawan, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah edukatif terhadap pihak yang memasang bendera tersebut.
“Kita sudah memberikan edukasi dan tentunya akan terus kita awasi,” ujar Ady saat dikonfirmasi. Selasa 5 Agustus 2025.
Sejumlah warga sekitar menyebut tindakan tersebut kemungkinan besar hanya sebagai ekspresi kecintaan terhadap serial anime yang sedang digandrungi.
“Mungkin dia hanya ingin ikut meramaikan tren yang sedang viral,” kata Budi, seorang warga Desa Kujan.
Mereka menilai bahwa pemasangan bendera tersebut tidak bertujuan merendahkan simbol negara, melainkan sekadar mengikuti fenomena yang sedang ramai, atau fomo (fear of missing out).
Meski dianggap wajar oleh sebagian, tidak sedikit yang menyayangkan tindakan tersebut. Kritik muncul karena bendera One Piece dipasang bersamaan dengan bendera negara, yang dianggap dapat mengaburkan makna kesakralan Merah Putih.
“Menurut saya, nggak ada yang salah, asalkan bendera Merah Putih lebih tinggi. Itu kan hak masing-masing. Apa bedanya dengan bendera ormas atau partai politik?” ujar salah satu warganet di kolom komentar.
Hingga kini, aparat setempat masih terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat agar tetap menghormati simbol-simbol negara dalam bentuk apapun. (andre)












