Disdik Kotim: Guru Juga Bisa Jadi Korban Perundungan

NARDI/BERITASAMPIT - Kadisdik Kotim, M Irfansyah.

SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Kotim) M Irfansyah mengungkapkan bahwa kasus perundungan di dunia pendidikan tidak hanya menimpa siswa, tetapi juga guru. 

Menurutnya, ada informasi ada guru yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari siswa atau pihak tertentu.

“Guru juga bisa jadi korban perundungan. Ada guru pendatang yang diejek, kenapa mengajar disini, ada informasi begitu, ada pula guru yang bahkan dilawan saat menegur siswa,” ungkapnya, Sabtu 9 Agustus 2025.

Irfansyah menegaskan, pihaknya siap memberikan pendampingan dan perlindungan kepada guru yang menjadi korban perundungan. 

Ia meminta agar guru maupun kepala sekolah tidak ragu melapor, terutama jika kasus tersebut melibatkan pihak yang memiliki pengaruh besar di lingkungan sekolah.

“Kalau guru atau kepala sekolah segan karena faktor hubungan dengan orang tua siswa, laporkan saja ke kami. Disdik bersama Satgas PPKS akan menanganinya. Kami juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk kasus tertentu,” jelasnya.

Ia menambahkan, guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Oleh karena itu, keselamatan dan kenyamanan guru dalam bertugas menjadi prioritas.

“Bagaimana pendidikan bisa berjalan baik kalau gurunya saja tidak nyaman?” katanya.

Irfansyah berharap seluruh elemen pendidikan, baik guru, siswa, maupun orang tua, memahami bahwa perundungan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan.

 “Sekolah harus jadi tempat yang menumbuhkan semangat belajar, bukan tempat menumbuhkan rasa takut,” pungkasnya. (nardi)

baca juga ...  Tak Hanya Baamang, Banjir Rendam Jalan di MB Ketapang Sampit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!