PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pelaksanaan modifikasi cuaca yang dinilai efektif menekan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menjelaskan, berdasarkan paparan BMKG dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana, bulan Agustus merupakan puncak musim kemarau. Namun, kondisi tahun ini cenderung tergolong kemarau basah, sehingga memungkinkan dilakukan upaya modifikasi cuaca.
“Alhamdulillah, hujan yang turun beberapa hari terakhir merupakan hasil modifikasi cuaca yang dilaksanakan pemerintah. Hal ini membawa dampak positif, karena mampu menurunkan jumlah titik api secara signifikan di wilayah kita,” ucapnya.
Berdasarkan data hingga Kamis pekan lalu, tercatat 77 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya. Meski jumlahnya menurun, tetap mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Karhutla tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga merusak lingkungan dan menghambat aktivitas perekonomian,” tambahnya.
Pemerintah Kota juga mengajak seluruh warga untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api, agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, demi meminimalkan kerugian yang mungkin timbul.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan melindungi kota tercinta ini dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya. (yud)












