PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo, menyebut cara merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang tepat adalah dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan dan berbagi kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
Pernyataan tersebut disampaikan Wagub usai memimpin kegiatan Anjangsana dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Kalteng di Panti Sosial Bina Remaja Palangka Raya, Rabu pagi, 13 Agustus 2025.
“Kemerdekaan di masa kini adalah dengan cara kita mengisi kemerdekaan itu dengan pembangunan. Pembangunan dalam arti luas, salah satunya dengan cara berbagi dengan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” ujar Edy.
Wagub menekankan pentingnya mengubah pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, kelompok ini memiliki kelebihan tersendiri yang tidak bisa diukur dari standar manusia pada umumnya.
“Kita jangan memandang sebelah mata. Mereka juga memiliki kelebihan karena semua orang memiliki kemampuan yang tidak bisa diukur dari diri kita masing-masing. Setiap individu penyandang disabilitas mempunyai kemampuan,” jelasnya.
Edy menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki peluang yang sama dengan orang normal pada umumnya. Yang membedakan, lanjutnya, adalah rasa percaya diri mereka dalam menghadapi keterbatasan.
“Peluang itu ada, tidak tergantung mereka malu atau tidak dengan keterbatasan. Kesempatan itu selalu ada,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng, kata Edy, selalu memberikan perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas melalui berbagai program pemberdayaan. Melalui dinas teknis terkait, pemerintah menyediakan fasilitas pelatihan keterampilan yang beragam.
“Pemerintah provinsi selalu memberikan pelayanan terbaik melalui dinas teknis seperti Dinas Sosial dan Dinas Ketenagakerjaan. Kami mengadakan berbagai pelatihan,” jelasnya.
Wagub merinci berbagai program pelatihan yang telah diberikan, mulai dari pelatihan mekanik bengkel lengkap dengan alat-alat perbengkelan, pembuatan batako, menjahit, hingga dukungan permodalan usaha.
“Bagi yang bisa bengkel, kami beri pelatihan mekanik dan bantu dengan alat perbengkelannya. Ada yang bisa membuat batako, ada yang bisa menjahit. Untuk permodalan, jika mereka butuh modal, kami kasih bantuan,” sambungnya.
Edy mengungkapkan bahwa Pemprov Kalteng pernah memberikan bantuan modal tanpa jaminan kepada penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
“Dulu pernah, bantuannya tanpa jaminan. Saya kira ini bentuk kepedulian kita berbagi di hari kemerdekaan ini kepada teman-teman yang kurang mampu atau penyandang disabilitas,” katanya.
(Sya'ban)












