PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program prioritas Betang Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, saat memberikan jawaban atas pandangan Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalteng terkait Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-21 Masa Persidangan III, Senin pagi, 25 Agustus 2025, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng.
Menurut Edy, Program Betang Cerdas menjadi salah satu prioritas utama Pemprov untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda Kalteng menghadapi tantangan global.
“Melalui Betang Cerdas, Pemprov Kalteng berupaya memastikan akses pendidikan yang lebih merata, termasuk melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana. Kami ingin lulusan SMA dan SMK dapat melanjutkan pendidikan tinggi di bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Edy.
Untuk memastikan efektivitas program ini, Pemprov Kalteng telah menggandeng Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui berbagai kerja sama strategis.
Langkah tersebut bertujuan menciptakan keterkaitan (link) dan kesesuaian (match) antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga lulusan sekolah maupun perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dan daya saing tinggi.
“Kami ingin lulusan Kalteng siap bersaing dan memiliki kemandirian, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja melalui wirausaha. Program ini juga mendukung strategi pembangunan ekonomi berbasis peningkatan kualitas SDM,” jelas Edy.
Selain mendorong pendidikan, Pemprov Kalteng juga menargetkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp100 miliar dalam APBD Perubahan 2025.
Menurut Edy, peningkatan kualitas SDM melalui Betang Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperluas basis pendapatan daerah.
“Masyarakat dengan pendidikan tinggi dan keterampilan memadai akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas ekonomi. Dengan begitu, kita bisa memperkuat kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan pada transfer pusat,” paparnya.
Edy menegaskan, keberhasilan pembangunan Kalteng tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya.
Oleh karena itu, Pemprov terus mengintegrasikan berbagai program prioritas, termasuk Huma Betang, Kalteng Bermartabat, Kalteng Maju, dan Betang Cerdas.
“Semua program ini saling terhubung. Infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi harus berjalan seimbang agar pembangunan Kalteng bisa berkelanjutan dan masyarakat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Edy juga mengapresiasi masukan Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalteng dan berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif terus terjaga untuk mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas daerah.
“Kami sangat menghargai saran dan koreksi yang disampaikan. Dengan dukungan DPRD, kami optimistis target pembangunan, termasuk peningkatan kualitas SDM, bisa tercapai,” pungkasnya.
(Sya'ban)












