Aksi Demonstrasi Sering Ada Penyusup, Kapolda: Udah Barang Tentu, Ini yang Diwaspadai

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan saat diwawancara.

– Kapolda (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan menyebut aksi demonstrasi mahasiswa kerap disusupi pihak yang memprovokasi. Ia menilai hal itu juga terjadi dalam aksi di depan Polda Kalteng maupun saat unjuk rasa di DPRD Kalteng.

“Kalau saya melihatnya udah barang tentu. Ini yang diwaspadai karena kalau mahasiswa yang ada di sini sudah komitmen dengan kami, tetapi faktanya ketika di lapangan ada juga memprovokasi-memprovokasi,” kata Iwan saat diwawancara usai aksi aliansi Cipayung Plus dan Gerakan September Hitam di depan DPRD Kalteng, Senin, 1 September 2025.

Meski begitu, ia menuturkan mahasiswa justru membantu aparat dalam menjaga kondusivitas. “Mereka juga membantu kami dengan menjaga membarikade diri mereka sendiri. Kedua, ketika ada suara memprovokasi dari mahasiswa Kalteng yang melakukan unjuk rasa di Kalteng, mereka akan mencegah,” ucapnya.

Soal adanya provokasi pada aksi sebelumnya, Iwan menyebutnya sebagai dugaan. “Ya inikah dugaan, tadi pun kita dengar sendiri karena komitmennya seperti ini. Tadi malam para mahasiswa dengan kami untuk kegiatan unjuk rasa hari ini sepakat berada di luar saja, tapi ada suara juga ‘masuk-masuk', berarti tidak sesuai kesepakatan,” ujar Iwan.

Kapolda lantas mengapresiasi sikap mahasiswa yang mengutamakan keamanan.

“Saya juga berterima kasih kepada mahasiswa yang ada di Kalteng, menyampaikan aspirasi mengedepankan keamanan,” katanya.

Sebelumnya, demonstrasi Cipayung Plus di depan Polda Kalteng pada Sabtu, 30 Agustus 2025, berlangsung tegang. Massa menemukan delapan orang diduga penyusup, satu di antaranya membawa senjata tajam.

Koordinator lapangan aksi, Andri Mulyanto, mengatakan penyusup itu sempat hendak menusuk peserta aksi.

“Massa aksi kita hampir ditusuk, untung dia itu sempat diamankan. Kalau seandainya dia tidak sempat diamankan mungkin dia sudah diamuk massa. Karena dia bawa sajam. Delapan orang, satu orang bawa sajam,” kata Andri.

la menyayangkan lemahnya pengamanan Polda Kalteng, yang gagal mengantisipasi hal tersebut. Padahal banyak intel polisi yang berjaga dari luar.

“Hal ini sangat disayangkan dari segi keamanan padahal banyak intel di belakang. Jadi kita melihat dia lari, dia mau nusuk, dia lari kita kejar sampai sana dan saya lihat ada sajam. Untungnya tidak ada massa aksi yang tertusuk tadi,” ujarnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Anggaran Infrastruktur Terpangkas, DPRD Pertanyakan Dampak pada Program Layanan Publik
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!