KUALA KAPUAS – Kecamatan Pulau Petak kembali menegaskan dominasinya dengan meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-47 tingkat Kabupaten Kapuas tahun 2025. Keberhasilan ini sekaligus mempertahankan gelar yang diraih tahun sebelumnya.
Trofi bergilir Bupati Kapuas diserahkan langsung oleh Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat, kepada kafilah Pulau Petak dalam upacara penutupan di halaman Masjid Agung Al Mukarram, Minggu 7 September 2025.
Berdasarkan Surat Keputusan LPTQ Kabupaten Kapuas Nomor 35/LPTQ-Kps/IX/2025, Pulau Petak mengoleksi 295 poin, hasil dari 16 gelar juara I, 7 juara II, dan 3 juara III. Raihan ini menempatkan Pulau Petak di puncak klasemen sekaligus memastikan trofi bergilir tetap berada di tangan mereka.
Ketua Umum LPTQ Kapuas, Suwarno Muriyat, menyebut pencapaian tersebut bukan sekadar kemenangan teknis, melainkan bentuk keseriusan pembinaan generasi Qur'ani di tingkat kecamatan. “MTQH adalah sarana syiar Islam yang memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an. Kami ingin semua kecamatan berlomba tidak hanya dalam prestasi, tapi juga dalam pengamalan isi Al-Qur'an,” ujarnya.
Adapun peringkat kedua diraih Kecamatan Selat dengan 210 poin, disusul Kapuas Barat di posisi ketiga dengan 180 poin. Tamban Catur menempel di peringkat keempat dengan poin yang sama, sedangkan Kapuas Murung menutup lima besar dengan 150 poin.
Selain lomba utama, panitia juga menetapkan Bataguh sebagai Juara I Pawai Ta'aruf dengan perolehan 530 poin, disusul Selat dan Kapuas Hilir. Kategori tingkat sekolah juga memunculkan pemenang baru, seperti MIS Tahfizul Qur'an Al Muhajirin Antang yang keluar sebagai juara tingkat SD/MI, SMP IT Babussalam juara tingkat SMP/MTs, dan MAS Al Muhajirin Antang mendominasi tingkat SMA/MA.
MTQH ke-47 Kapuas yang berlangsung sejak awal September 2025 itu resmi ditutup pada Sabtu malam 6 September dengan suasana meriah. Ribuan masyarakat memenuhi arena utama untuk menyaksikan penampilan terakhir para qari dan qariah serta pengumuman juara.
Lebih dari sekadar kompetisi, MTQH menjadi ajang silaturahmi dan penguat ukhuwah Islamiyah antar-kecamatan. Kesuksesan Pulau Petak mempertahankan gelar juara umum sekaligus menjadi motivasi bagi daerah lain untuk memperkuat pembinaan generasi Qur'ani di masa mendatang. (ds)












