PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Sudarsono meminta para pengusaha yang berinvestasi di daerah itu untuk taat membayar pajak, khususnya pajak bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai kepatuhan tersebut akan berdampak besar terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kalteng.
“Memang tidak bosan-bosannya Kita mengimbau kepada semua pengusaha yang berinvestasi di Kalteng agar betul-betul ikut merasakan keprihatinan masyarakat terhadap pembangunan di Kalteng,” kata Sudarsono, Senin, 8 September 2025.
Sudarsono meminta pengusaha yang berinvestasi di Kalteng untuk menunaikan kewajibannya seperti membayar pajak BBM dan segala macamnya secara sukarela.
“Jangan di abaikan. Secara sukarela, bayarkan ke Pemprov Kalteng karena itu akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Kalteng secara keseluruhan,” ujarnya.
Sudarsono juga menyoroti kebocoran pajak bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai belum maksimal ditangani oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) provinsi. Menurut Sudarsono, potensi kehilangan pendapatan daerah dari sektor ini bisa mencapai triliunan rupiah per tahun.
“Terkait sudah dilakukan sebenarnya oleh Bapenda, tetapi di sana sini yang masih terjadi kebocoran dan itu angkanya angka besar itu di pajak bahan bakar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, arus masuk BBM ke Kalteng yang berasal dari berbagai daerah belum terpantau secara menyeluruh.
“Potensinya itu besar sekali, mungkin di angka triliunan lah per tahun. Itu masih bahasanya tercecer di sana sini,” katanya.
Meski begitu, Sudarsono mengapresiasi langkah Bapenda yang mulai memasang kamera pengawas di sejumlah titik strategis.
“Ada upaya-upaya dari Bapenda, misal dengan memasang CCTV di berbagai tempat yang strategis untuk memantau arus BBM yang masuk ke Kalteng,” kata dia.
(Syauqi)












