DPRD Kotim Ingatkan PLN Gencar Sosialisasi Bahaya Korsleting Listrik

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua Komisi II DPRD Kotim Akhyannoor.

SAMPIT – Ketua Komisi II DPRD (Kotim), Akhyannoor, mengingatkan agar PLN lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya korsleting listrik yang penyebab kebakaran.

Menurutnya, PLN sebagai pihak yang memiliki kewenangan dan pemahaman teknis lebih tahu bagaimana cara memberikan terkait penggunaan listrik yang aman.

“Masyarakat kadang pakai colokan ditumpuk-tumpuk, padahal harusnya tidak. Kabel tunggal itu sebaiknya digunakan khusus untuk alat elektronik yang berat seperti kulkas, rice cooker, dan sebagainya,” kata Akhyannoor, Rabu 10 September 2025.

Kabel yang dipasang juga harus yang berstandar SNI, jangan yang murah namun kualitasnya diragukan. Kalau kabel tidak kuat menahan daya, bisa terbakar, korslet, tapi listriknya tidak otomatis padam. Ini sangat berbahaya.

Politisi Gerindra ini menambahkan, persoalan kabel dan colokan listrik bukan hal sepele. Kesalahan kecil bisa menimbulkan kebakaran besar yang menelan kerugian besar pula. 

Masyarakat kadang tidak mengerti akan hal itu.

Untuk itu, PLN diminta lebih proaktif turun ke masyarakat, tidak hanya memperbaiki jaringan, tetapi juga melakukan sosialisasi menyeluruh.

“PLN harus gencar sosialisasi. Jaringan tua juga harus direhab. Memang masyarakat kadang takut biaya mahal untuk perawatan jaringan, tapi kalau sampai terbakar, ongkosnya jauh lebih besar. Ini demi keselamatan kita bersama,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Disdamkarmat Kotim, Atimaraahini, sudah mengingatkan bahwa mayoritas kebakaran di Kotim dipicu korsleting listrik akibat penggunaan listrik yang salah.

Mulai dari colokan bertumpuk, kabel tidak sesuai standar, hingga pemasangan listrik yang tidak dikerjakan tenaga ahli.

Dengan adanya sorotan dari DPRD Kotim ini, diharapkan PLN bersama instansi terkait bisa lebih aktif memberikan agar kesadaran masyarakat meningkat sehingga risiko kebakaran dapat diminimalisir.

baca juga ...  Pemkab Kotim Tegaskan Tidak Ada Terbitkan IUP Baru PT BSL, Pembukaan Lahan Masuk dalam APL

Diketahui, kasus kebakaran di Kotim masih didominasi oleh korsleting listrik, setelah sebelumnya Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Atimaraahini mengungkapkan sekitar 70 hingga 80 persen kebakaran disebabkan korsleting. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!