PULANG PISAU – Harapan warga Kecamatan Pandih Batu untuk memiliki akses jalan yang layak semakin dekat dengan kenyataan. Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa'i, Rabu 10 September 2025, turun langsung meninjau tiga ruas jalan yang sedang ditingkatkan dan terhubung dengan poros provinsi. Jalan tersebut menjadi urat nadi bagi mobilitas hasil pertanian dan perkebunan masyarakat setempat.
Ruas yang ditinjau meliputi Talio Hulu–Talio Muara–poros provinsi, Desa Mulyasari–poros provinsi, serta Desa Kantan Atas–poros provinsi. Menurut Bupati, pembenahan jalan ini merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas PUPR dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Tiga titik ini kita pastikan dikerjakan bersama-sama. Ada bagian yang ditangani oleh kabupaten, ada pula yang mendapat dukungan langsung dari provinsi. Harapan saya, masyarakat bisa segera merasakan hasil pembangunan ini,” ucap Rifa'i di sela kunjungan lapangannya.
Untuk ruas Talio Hulu–Talio Muara, Pemkab Pulang Pisau mengalokasikan pengaspalan sepanjang 495 meter. Sementara Pemprov Kalteng melalui Dinas PUPR membantu pengerasan jalan total 1,3 kilometer yang terbagi di dua titik, masing-masing 800 meter dan 500 meter. “Kontribusi dari Gubernur Agustiar Sabran dan Wagub Edy Pratowo ini sangat berarti, apalagi di tengah efisiensi anggaran,” tambahnya.
Rifa'i menegaskan, perbaikan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi untuk kesejahteraan warga desa. Jalan ini menjadi satu-satunya jalur utama untuk membawa hasil karet, sawit, dan padi keluar desa menuju pasar. Karena itu, ia berharap penanganan jalan dilakukan berkesinambungan dan berkelanjutan.
Tak hanya Talio, desa lain juga mendapat perhatian. Ruas Desa Mulyasari–poros provinsi ditangani dengan peningkatan jalan cor beton sepanjang 320 meter lebar 4 meter oleh Dinas PUPR Pulang Pisau. Sementara di Desa Kantan Atas, Pemprov Kalteng mengerjakan pengerasan sepanjang 495 meter yang dilanjutkan dengan pengaspalan oleh PUPR kabupaten.
“Kita ingin desa–desa di Pandih Batu tidak lagi terisolasi. Dengan jalan yang baik, biaya angkut menurun, waktu tempuh lebih cepat, dan pada akhirnya pendapatan masyarakat meningkat,” papar Bupati.
Ia pun menutup peninjauan dengan optimisme. “Kalau akses terbuka, otomatis ekonomi rakyat bergerak. Itu tujuan kita, Pulang Pisau semakin jaya, Kalteng semakin berkah,” tegasnya. (ds)












