PALANGKA RAYA – Kader Posyandu di Kelurahan Baamang Barat, Kotawaringin Timur (Kotim), mengeluhkan honor mereka yang belum terbayarkan sejak Januari 2025. Keluhan itu mencuat dalam reses perorangan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Daerah Pemilihan II yang digelar pada 6-13 Juli 2025.
Juru Bicara Reses Dapil II (Kotim–Seruyan), Hero Harapanno Mandouw, menyampaikan rangkuman aspirasi warga dalam rapat paripurna ke-24 masa persidangan III DPRD Kalteng, Jumat, 12 September 2025.
“Kader Posyandu mengeluhkan honor mereka mulai Januari sampai sekarang belum terbayarkan,” kata Hero.
Selain persoalan honor, masyarakat Baamang Barat juga mengusulkan sejumlah pembangunan. Di antaranya peningkatan Jalan Tidar 4 Gang Muhajirin, jalan usaha tani Tambulihan, serta semenisasi jalan dan pembangunan drainase di RT 07 yang kerap dilanda banjir. Warga juga meminta rehabilitasi masjid, penyediaan mobil ambulans, hingga penerangan jalan.
Keluhan serupa juga datang dari Desa Lampuyang, kelompok tani mengusulkan pengadaan mesin penggilingan padi. Warga Baamang Tengah meminta pembangunan Taman Pendidikan Al-Qur'an, sementara masyarakat Seranau menginginkan pinjaman lunak modal usaha, bantuan bibit unggul sawit, dan ternak.
Desa Rawa Sari mengajukan pembangunan Masjid Al Muhajirin, Gereja Imanuel, dan Mushola Al Ikhlas, serta usulan pembangunan ruas jalan penghubung antar desa. Di Babirah, warga menyoroti kebutuhan jalan, bantuan untuk kelompok tani, serta pemberdayaan PKK.
Usulan pembangunan jalan, perbaikan jembatan, penyediaan listrik, hingga bantuan bibit dan ternak juga mengemuka dari sejumlah desa lain, mulai Serambut, Bapinang Hilir Laut, Bantian, Telaga Baru, Pelangsian, Ketapang, Mentawa Baru Hulu, Eka Bahurui, Bapeang, Bapangan Raya, Bangkuang Makmur.
(Syauqi)












