PALANGKA RAYA – Warga Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur jalan yang masih rusak parah dalam reses perorangan anggota DPRD Kalteng dapil III.
Juru bicara reses dapil III, Rusdi Gozali, mengatakan banyak jalan di wilayah Arut Utara masih berupa tanah sehingga semakin sulit dilalui saat musim hujan.
“Jalan penghubung antar desa juga masih banyak yang rusak parah, sehingga sangat perlu segera adanya perbaikan atau peningkatan untuk kelancaran mobilisasi dan transportasi bagi masyarakat,” ujar Rusdi saat menyampaikan laporan reses dalam rapat paripurna belum lama ini.
Di Kecamatan Kotawaringin Lama, warga juga menyoroti kondisi jalan poros provinsi yang kerap padat mobilisasi namun banyak yang butuh perbaikan. Jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat.
Selain itu, drainase di Kelurahan Kotawaringin Hilir dan Kelurahan Kotawaringin Hulu disebut banyak yang sudah rusak atau bahkan tidak ada lagi. Perbaikan dan peningkatan drainase dinilai penting untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan.
Sementara itu, warga Kecamatan Pangkalan Lada mengajukan sejumlah usulan. Di Desa Pangkalan Satu, masyarakat meminta bantuan mesin pengering dan pengolahan sapu lidi untuk memberdayakan UP2K, karena bahan baku dari pelepah sawit dinilai sangat melimpah. Mereka juga mengusulkan peningkatan jalan cor rabat dari RT.13 sampai RT.15 yang sudah rusak parah, serta pengadaan listrik PJTS sebanyak 20 titik untuk memberi rasa aman bagi masyarakat.
“Masyarakat juga mengharapkan bantuan bibit sawit untuk lahan seluas 30 hektar dan pengadaan ternak sapi penggemukan sekitar 10 ekor untuk satu kelompok masyarakat,” kata Rusdi. Selain itu, warga meminta perhatian pemerintah daerah untuk mengaspal jalan poros menuju Desa Pangkalan Satu yang sudah lima tahun rusak parah tanpa penanganan.
Di Desa Purbasari, usulan yang disampaikan antara lain peningkatan jalan agregat dan aspal menuju SMP serta akses Desa Purbasari–Bumi Harjo sepanjang dua kilometer. Jalan-jalan usaha tani juga diharapkan bisa ditingkatkan karena kondisi rusaknya sudah parah.
Warga juga meminta peningkatan jalan RT.14 menuju RT.19 dengan cor beton sepanjang 750 meter, serta pemasangan rambu jalan dan warning light di simpang empat Desa Purbasari-Pangkalan Duren yang kerap terjadi kecelakaan.
Selain itu, mereka mengusulkan hibah bangunan untuk Masjid Al-Iftah dan masjid di RT.12 Desa Purbasari. Aspirasi lain adalah pengaspalan jalan penghubung Desa Pangkalan Duren-Sumber Agung sepanjang tiga kilometer.
(Syauqi)












