PALANGKA RAYA – Sejumlah aspirasi masyarakat mengemuka dalam reses perorangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Dapil V. Salah satunya datang dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas yang menyoroti kebutuhan petani terkait bibit padi lokal, sarana usaha tani, dan teknologi tepat guna.
“Dibutuhkan bibit baru jenis padi lokal, perbaikan jalan usaha tani di Handel Pajentai dan Kapuas Hilir seberang, dan perlu dukungan untuk petani di Kecamatan Kapuas Timur, Kapuas Hilir dan Bataguh dalam bentuk,” ujar Juru Bicara Reses Dapil V, Helmi, saat membacakan laporan reses dalam rapat paripurna belum lama ini.
Helmi menjelaskan, petani setempat membutuhkan alat pengemasan, karung kapasitas 5 dan 10 kilogram yang tidak lembab, serta dukungan teknologi tepat guna untuk menanam, memanen, dan mengemas padi lokal. Mereka juga mengusulkan mesin rotary untuk kelompok tani di Handel Pajentai, Kapuas Hilir seberang, dan Kecamatan Bataguh.
Selain itu, petani berharap adanya pendidikan, pelatihan, dan pendampingan berkala dalam pengelolaan tata air, sistem balur tadah hujan, serta bantuan peralatan dan teknologi pertanian lainnya.
Dari sektor budaya dan pariwisata, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kapuas mengusulkan pembaruan alat musik tradisional Dayak, seperti gong, kangkanung, gendang, dan atribut penari yang sesuai makna tarian. Mereka juga menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan bagi anak Dayak melalui Sekolah Lapang LPDN untuk memperkuat karakter budaya.
Selain itu, dinas tersebut mendorong jejaring promosi hingga ke tingkat Asia guna memperkenalkan potensi lokal, seperti Kota Air, beras lokal, Tapai Amsterdam, tumpeng, makanan sukup simpan, dan kudapan Dayak. “Lombok rawit lokal dan beras lokal perlu dikukuhkan atau dinobatkan dalam bentuk nama lokal: Nyai Undang. Nama tersebut telah diteliti oleh Universitas Indonesia dan Universitas Lambung Mangkurat dalam membantu ajang promosi situs Nyai Undang,” demikian tertuang dalam laporan reses.
Usulan lainnya yakni pelatihan bagi calon pemandu wisata dengan kriteria baku dan spesifik Dayak, termasuk olahraga tradisional, tarian massal, dan alat peraga berbasis masyarakat lokal.
Dari Kabupaten Pulang Pisau, Sekretariat Daerah melalui Bappeda mengusulkan gerakan tanam lombok, gerakan stop stunting, dan gerakan tanam bambu untuk cetak lamang. Program tersebut diharapkan melibatkan provinsi, kabupaten, dan desa agar berjalan maksimal.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Pulang Pisau berharap program utama bupati mendapat dukungan, terutama untuk penguatan brigade desa dan koperasi.
(Syauqi)












