Kolatlena Apresiasi Ekspor Perdana Damar dan Pala dari Maluku ke India dan Cina

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Dapil Maluku Alimudin Kolatlena.

JAKARTA— Provinsi Maluku mencatat sejarah baru dalam sektor kehutanan dengan melepas ekspor perdana hasil hutan berupa damar dan pala ke dua negara mitra dagang utama, yakni India dan Cina.

Pelepasan ekspor ini dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dengan total pengiriman mencapai 45 ton, yang terdiri dari 30 ton damar menuju India dan 15 ton pala ke Cina.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Alimudin Kolatlena menyambut baik pencapaian ini sebagai langkah maju dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Maluku.

Kolatlena menekankan bahwa ekspor ini bukan hanya sekadar transaksi dagang, melainkan bukti nyata dari potensi alam Indonesia yang dapat bersaing di pasar global

“Saya sangat bangga dengan inisiatif Pemerintah Provinsi Maluku dan Kementerian Kehutanan yang telah memfasilitasi ekspor perdana ini,” beber Kolatlena, Selasa 30 September 2025.

Damar dan pala dari hutan Maluku bukan hanya komoditas biasa, tapi warisan budaya dan sumber penghidupan bagi ribuan petani lokal.

Pengiriman 30 ton damar ke India akan memperkuat industri farmasi dan kosmetik di sana, sementara 15 ton pala ke Cina akan mendukung sektor rempah-rempah yang sedang berkembang pesat.

“Ini adalah momentum untuk kita tingkatkan produksi berkelanjutan, agar Maluku bisa menjadi pusat ekspor hasil hutan di Indonesia Timur,” ujar Kolatlena.

Politisi Dapil Maluku ini mendorong agar pemerintah pusat meningkatkan dukungan infrastruktur di Maluku, seperti pembangunan gudang penyimpanan modern dan pelatihan bagi petani untuk memenuhi standar .

Ia juga menyoroti pentingnya kerjasama bilateral dengan India dan Cina untuk memastikan harga yang adil bagi petani.

“Jangan sampai ekspor ini hanya menguntungkan pihak besar. Kita harus pastikan bahwa keuntungan mengalir langsung ke masyarakat akar rumput, termasuk melalui program subsidi pupuk organik dan sertifikasi hutan lestari,” imbuh Alimudin.

baca juga ...  Alimudin Kolatlena Puji Sinergi Gubernur Maluku dan Menag: Langkah Strategis Jaga Stabilitas Sosial

Gubernur Hendrik Lewerissa, dalam acara pelepasan tersebut, menyatakan bahwa ekspor ini diharapkan menjadi pintu gerbang bagi komoditas Maluku lainnya, seperti cengkeh dan kopra.

Ekspor ini diproyeksikan mendatangkan devisa hingga Rp 50 miliar bagi provinsi, dengan potensi peningkatan volume di tahun-tahun mendatang.

Kementerian Kehutanan melalui Sekjen Mahfudz M.P. menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan hutan Maluku, dengan menerapkan prinsip zero deforestation dalam seluruh rantai pasok.

Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar rempah dunia. (adista)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!