PALANGKA RAYA – Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Elisa Agustino, memastikan pihaknya memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) di seluruh sekolah.
Langkah ini diambil setelah muncul kasus dugaan keracunan yang menimpa 27 siswa sekolah dasar (SD) Negeri 3 Bukit Tunggal Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu.
Elisa mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh pascakejadian tersebut. “Kami dari BGN melakukan perbaikan secara terus-menerus, dan ini mungkin satu-satunya kasus yang terjadi di Kalteng. Harapan kami kepada masyarakat Kalteng tidak usah khawatir,” ucapnya di Palangka Raya, Minggu 5 Oktober 2025
Menurutnya, meskipun sempat terjadi insiden, pihak sekolah tetap menerima keberlanjutan program MBG.
“Sekolah itu ketika hari ini kejadian, besok mereka menerima kembali MBG. Tidak ada penolakan dari pihak sekolah dan orang tua,” katanya.
Elisa menambahkan, BGN terus berbenah dengan memperketat sistem pengawasan program MBG di seluruh daerah.
“Kami juga selalu berbenah terkait perbaikan-perbaikan supaya harapan kita, program MBG ini memang berdampak signifikan bagi kesehatan anak-anak,” tuturnya.
Sebagai langkah lanjutan, BGN telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh koordinator wilayah dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah untuk memperketat penerapan standar operasional prosedur (SOP).
“Setelah kejadian itu, kami langsung menginstruksikan seluruh korwil dan kepala SPPG se-Kalteng untuk memperketat lagi terkait dengan SOP,” jelasnya.
Ia berharap tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi di masa depan. “Jadi harapan kami zero accident. Tidak ada kendala, apalagi sampai terjadi keracunan. Kami tidak menghendaki hal itu terjadi,” pungkas Elisa.
(Syauqi)












