SAMPIT – Sejumlah warga Desa Bantian, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan pelayanan pemerintahan desa yang dinilai tidak berjalan maksimal. Ironisnya, kantor desa disebut kerap tutup di hari dan jam kerja, sehingga warga kesulitan mengurus berbagai keperluan administrasi.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kantor Desa Bantian saat ini sangat rendah. Warga menilai pelayanan jauh tertinggal dibandingkan desa–desa lain di wilayah yang sama.
“Pelayanan di desa tidak maksimal, jam operasional kadang tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan, tidak kaya desa sebelah yang tertib,” ujarnya.
Lebih lanjut, warga tersebut juga menuturkan bahwa sebagian urusan administrasi justru dilakukan di rumah perangkat desa, bukan di kantor resmi. Hal ini membuat masyarakat kebingungan dan merasa tidak dilayani sebagaimana mestinya.
“Kadang di hari kerja kantor desa malah tutup,” ungkapmya.
Hal senada disampaikan oleh salah seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) pelayanan kerap dilakukan dirumah perangkat desa dan tidak diketahui alasannya kenapa hal itu bisa terjadi.
“Kadang kalau mau berurusan ke rumah perangkat desa, kantor desanya tutup. Tidak tahu juga alasannya apa,” ujar Ketua RT
Hingga berita ini diturunkan, Berita Sampit masih berupaya meminta klarifikasi dari Kepala Desa dan Sekretaris Desa Bantian, namun belum berhasil dihubungi.
(Utomo)












