Siap Perjuangkan Pengembalian Dambung ke

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Plt Sekda Kalteng, Leonard S Apung saat diwawancarai usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kalteng.

(Kalteng) menyatakan siap memperjuangkan pengembalian status administratif Dambung yang kini masuk wilayah Kabupaten Tabalong, .

yang sebelumnya berada di Kabupaten itu beralih status setelah terbitnya Permendagri Nomor 40 Tahun 2018, yang menetapkan wilayah tersebut menjadi bagian dari .

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Leonard S. Apung, mengatakan bahwa tetap konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait persoalan batas wilayah tersebut.

“Kita sesuaikan nanti, ini kan menyangkut aspirasi masyarakat dan tata batas yang sebenarnya sudah jelas,” ujarnya di , Rabu, 15 Oktober 2025.

Leonard menuturkan, penyelesaian masalah ini memerlukan upaya diplomatik antarpemerintah daerah dan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kuncinya di Kemendagri, karena ini melibatkan dua provinsi, Kalsel dan Kalteng. Mudah-mudahan Dambung bisa kembali ke wilayah Kalteng,” katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat kerja bersama Pemerintah Provinsi Kalteng untuk membahas kembali status administratif Dambung.

“Menunggu dari tokoh masyarakat , termasuk Pak Bupati. Karena eksekusinya ada di kepala daerah. Kalau DPRD hanya memfasilitasi,” ujarnya, Kamis, 3 Juli 2025.

Menurut Purdiono, sejumlah tokoh masyarakat kini tengah membentuk panitia sebagai bentuk respons atas perpindahan wilayah itu. Ia menegaskan, secara historis dan administratif, Dambung merupakan bagian dari .

“Dulu cuma seperempat wilayah yang masuk Tabalong, tapi setelah dicek malah habis semua wilayah Dambung. Bukan hanya Dambung, lain pun ikut terdampak,” jelasnya.

Purdiono menegaskan, Komisi I DPRD Kalteng akan mendorong agar pembahasan mengenai batas wilayah tersebut segera dibuka kembali.

Ia menambahkan, persoalan Dambung tidak hanya berdampak pada aspek administrasi, tetapi juga menyangkut identitas sosial dan sejarah masyarakat setempat.

“Yang paling terdampak itu Dambung, tapi beberapa lain juga ikut terkena imbasnya,” ujarnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Gubernur Agustiar Sabran: Huma Betang Night Wujud Komitmen Pelestarian Budaya dan Persatuan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!