SAMPIT – Suasana sore di Desa Tumbang Mangkup, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak mencekam. Kobaran api tiba-tiba melahap dua rumah warga, satu kantor koperasi, dan dua unit truk yang terparkir di depannya, Senin 3 November 2025 sekitar pukul 16.30 WIB. Diduga, kebakaran tersebut dipicu korsleting arus listrik.
Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Desa Tumbang Mangkup RT 01 RW 01 itu membuat warga panik berhamburan keluar rumah. Asap tebal membumbung tinggi, sementara suara letupan dari material bangunan terdengar bersahutan.
Dua rumah yang terbakar milik Sri Yanti (53) dan Untung (26), sedangkan kantor koperasi usaha bersama desa diketahui milik Suriam Nadi (55). Dalam laporan resmi Polres Kotim untuk Polda Kalteng disebutkan, api pertama kali muncul dari rumah Sri Yanti.
“Diduga api berasal dari dalam rumah Sri Yanti, kemungkinan berasal dari korsleting aliran arus listrik PLN yang mana pada saat ini posisi rumah ada anak Sri Yanti yang sedang tertidur di ruang tamu dan terbangun keluar dari rumah melihat api sudah membesar dan membakar rumah milik sendiri dan merembet ke rumah tetangga serta kantor koperasi,” demikian kutipan laporan kepolisian.
Warga setempat yang mendengar teriakan minta tolong langsung berupaya memadamkan api secara swadaya sambil menunggu kedatangan unit pemadam kebakaran. Namun, karena material bangunan yang didominasi kayu, api dengan cepat meluas.
Sekitar 30 menit kemudian, satu unit mobil pemadam dari PT Kemilau Makmur Berjaya (KMB) tiba di lokasi dan langsung beraksi. Setelah berjibaku hampir satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp1,53 miliar. Rinciannya, rumah milik Sri Yanti sekitar Rp130 juta, milik Untung Rp200 juta, dan kerugian koperasi milik Suriam Nadi mencapai Rp1,2 miliar.
(Utomo)












