Tiga Tokoh Berebut Kursi Ketua DAD Periode 2025–2030

BITRO/BERITASAMPIT- Bupati Saiful pukul gong secara simbolis tanda resmi membuka kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV periode 2025–2030. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Bappedalitbang Rabu (5/11).

KASONGAN – Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV periode 2025–2030. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Bappedalitbang, Rabu 5 November 2025, menjadi ajang penting bagi masyarakat adat Dayak di wilayah tersebut.

Agenda utama Musda kali ini adalah pemilihan ketua baru yang akan memimpin organisasi adat itu untuk lima tahun ke depan. Tiga nama dipastikan maju sebagai calon ketua, yakni Saiful yang juga menjabat Bupati , Pengan D. Timpun, dan Heryadi P. Samat.

Ketiganya dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam dunia adat dan . Persaingan pun diprediksi bakal berlangsung ketat karena masing-masing kandidat memiliki basis dukungan kuat di kalangan tokoh adat dan masyarakat Dayak .

Dalam sambutannya, Bupati Saiful menegaskan pentingnya DAD sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, lembaga adat memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat pembangunan berbasis nilai-nilai kearifan lokal.

“Musda ini bukan sekadar pemilihan pengurus, tapi momentum konsolidasi untuk memperkuat peran lembaga adat dalam pembangunan daerah. Nilai-nilai adat yang luhur adalah bagian penting dari identitas dan kemajuan ,” ujar Saiful.

Ia menambahkan, keberadaan DAD diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal. “Kearifan lokal adalah fondasi utama dalam membangun karakter daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DAD sebelumnya, Heryadi P. Samat, menyebut Musda sebagai amanat AD/ART Majelis Adat Dayak . Ia menilai, forum tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan arah organisasi ke depan.

“Musda ini forum tertinggi DAD yang bertujuan memperkuat lembaga adat sebagai penjaga marwah budaya Dayak. Kita ingin DAD tetap solid, mandiri, dan berdaya menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ketua panitia, Leda Al-Muqsith, menambahkan bahwa Musda juga membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025 serta penyusunan program kerja baru. “Kita berharap hasil Musda menjadi tonggak bagi penguatan peran adat di tengah dinamika pembangunan,” katanya.

Musda ke-IV DAD dihadiri perwakilan DAD dari seluruh kecamatan, pengurus DAD , serta perwakilan DAD Provinsi .

“Lima tahun sekali, Musda diharapkan melahirkan kepemimpinan baru yang mampu menjaga nilai-nilai adat sekaligus bersinergi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

(Bitro)

baca juga ...  HUT ke-80 TNI, Wabup Katingan Ajak Masyarakat Jaga Semangat Kebersamaan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!