SAMPIT – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Kamis 6 November siang. Hujan deras disertai angin kencang memporak-porandakan sejumlah kawasan, termasuk Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen dramatis ketika atap seng sebuah ritel modern terlepas dan terbang ke arah belakang bangunan akibat terjangan angin. Suara teriakan panik pun terdengar jelas dari perekam video.
“Wanjir itu keangkat itu, gentengnya!” teriak perekam video yang kebetulan tengah mengabadikan suasana di simpang Pelantaran saat kejadian berlangsung.
Salah satu warga setempat Andang juga membenarkan adanya hujan disertai angin kencang melanda Desa Pelantaran.
“Benar hujan dengan angin kencang sekali, pohon lengkeng depan rumah juga tumbang, saat ini sudah berkurang angin walau masih hujan,” kata Andang warga Pelantaran.
Selain di Pelantaran, angin kencang juga menumbangkan pohon besar di ruas Jalan Tjilik Riwut, Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga. Pohon tersebut sempat menutup penuh badan jalan utama yang menghubungkan Palangka Raya dan Sampit.
Di wilayah perkotaan Sampit, sebuah papan iklan di dekat Antang juga dilaporkan roboh akibat angin kencang di ruas Jalan Tjilik Riwut.
Informasi lainnya menyebutkan, kejadian serupa terjadi di wilayah Kecamatan Cempaga dan Kota Besi. Sejumlah pohon tumbang menyebabkan arus lalu lintas sempat terhambat sebelum akhirnya petugas dan warga bergotong royong membersihkan material pohon dari jalan. (Nardi)












