Gimmak Bulinga Nahkodai BATAMAD

Anggota DRPD Kabupaten Gimmak Bulinga

KASONGAN – Melalui proses panjang yang diwarnai suasana hangat dan penuh musyawarah, Gimmak Bulinga akhirnya dipercaya memimpin Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) Kabupaten untuk masa bakti 2025–2030.

Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) BATAMAD di Kasongan, yang berjalan tertib, demokratis, dan mengedepankan semangat persaudaraan khas masyarakat adat Dayak. Sidang Musda dipimpin oleh presidium yang terdiri atas Tiko Kawa, Maulana Kawit, dan Hartono.

Sejak pembukaan hingga penutupan, setiap tahapan Musda dilalui sesuai mekanisme organisasi—mulai dari pembacaan tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, hingga pembentukan tiga komisi yang membahas arah program kerja organisasi di periode mendatang.

Dalam forum tersebut, tim nominasi menerima lima bakal calon ketua, yakni Gimmak Bulinga, Robert Fransiska, Alfriyano, Frans Lukas, dan Subandi. Masing-masing calon menyampaikan visi mereka untuk memperkuat peran BATAMAD sebagai penjaga adat dan keamanan sosial di .

Namun, semangat kebersamaan akhirnya menjadi dasar utama keputusan Musda. Keempat calon lainnya menyatakan sikap mendukung secara bulat pencalonan Gimmak Bulinga setelah melalui diskusi dan mufakat bersama.

“Musyawarah ini bukan soal menang atau kalah. Kami semua satu tujuan, menjaga marwah dan kekuatan adat Dayak di ,” ujar Tiko Kawa, pimpinan sidang sekaligus Ketua Panitia Musda.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Gimmak Bulinga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta Musda atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berjanji menjalankan amanah tersebut dengan disiplin dan dedikasi tinggi demi kemajuan masyarakat adat.

“BATAMAD harus berdiri kokoh sebagai benteng adat, budaya, dan keamanan masyarakat Dayak. Kami akan bekerja sesuai aturan dan mengedepankan kepentingan bersama,” ucap Gimmak yang juga menjabat sebagai Anggota .

baca juga ...  Fadli Zon: Buruh Akan Memperjuangkan Upah Murah di May Day

Gimmak menegaskan, struktur organisasi di tingkat kecamatan akan segera diperkuat, begitu pula koordinasi antara BATAMAD dengan Dewan Adat Dayak (DAD) dan pemerintah daerah. Ia juga membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda adat agar organisasi tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Panitia Musda menyampaikan, seluruh keputusan hasil forum akan segera diserahkan kepada DAD dan dilanjutkan ke BATAMAD Provinsi untuk proses pengesahan dan penerbitan Surat Keputusan (SK).

“Kami berharap pengesahan dari provinsi bisa segera keluar agar pengurus baru dapat langsung bekerja,” kata Tiko Kawa.

Musda turut dihadiri para Damang selaku Ketua BATAMAD di masing-masing kecamatan, pengurus DAD, serta tokoh adat seperti Hariyadi P. Samat dan Leda Al-Muqsith. Kehadiran mereka memperlihatkan kesolidan struktur adat serta semangat regenerasi dalam tubuh BATAMAD .

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penandatanganan berita acara hasil sidang pleno. Momen itu menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan BATAMAD di bawah kendali Gimmak Bulinga.

Dengan kepemimpinan baru ini, masyarakat adat diharapkan semakin kuat dalam menjaga nilai-nilai Dayak, mempererat solidaritas sosial, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan ketertiban serta keharmonisan di Bumi Penyang Hinje Simpei.

(Bitro)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!