PULANG PISAU – Upaya merumuskan arah pembangunan olahraga di Kabupaten Pulang Pisau mulai digerakkan secara serius saat Disbudporapar menggelar Sosialisasi Desain Olahraga Daerah (DOD) di Aula Disbudporapar, Rabu 19 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal mengonsolidasikan kebutuhan, potensi, serta data keolahragaan sebagai fondasi penyusunan kebijakan daerah.
Ketua panitia kegiatan yang juga Kabid Keolahragaan Sarana dan Prasarana Disbudporapar, Helina Yulianti, menegaskan bahwa penyusunan DOD merupakan amanat yang tidak bisa ditunda lagi. Dengan telah diberlakukannya Peraturan Bupati Pulang Pisau Nomor 2 Tahun 2025 tentang Keolahragaan, daerah wajib menyiapkan dokumen yang memetakan arah pembinaan olahraga secara jangka panjang.
Helina menjelaskan bahwa DOD merupakan bagian dari kerangka besar Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 dan diturunkan melalui Permenpora Nomor 15 Tahun 2023. Dokumen tersebut menjadi pedoman nasional yang harus diterjemahkan setiap daerah sesuai karakter dan kebutuhan lokal.
Menurut Helina, Pulang Pisau tidak ingin penyusunan DOD hanya menjadi formalitas administratif. Karena itu, Disbudporapar menekankan pentingnya membangun basis data keolahragaan yang valid dan terpadu. Kegiatan ini sendiri bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Disbudporapar Nomor 110 Tahun 2025 pada subkegiatan penyediaan sistem data keolahragaan tingkat kabupaten.
Beragam pemangku kepentingan turut hadir memberikan masukan, mulai dari pengurus cabang olahraga, Komite Olahraga, akademisi, praktisi, hingga koordinator kecamatan. Keberadaan mereka dianggap penting karena DOD harus menggambarkan kondisi riil pembinaan olahraga di lapangan, bukan hanya dokumen teknis yang tidak berfungsi.
Selain itu, sejumlah instansi pemerintah serta organisasi yang memiliki peran dalam ekosistem olahraga juga hadir memberikan dukungan. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa pengembangan olahraga tidak dapat dikerjakan secara parsial dan memerlukan kolaborasi yang berkesinambungan.
Helina berharap kegiatan sosialisasi ini menjadi titik awal terbentuknya desain olahraga daerah yang lebih realistis, solutif, dan mampu menjawab tantangan pembinaan atlet ke depan. Ia menegaskan bahwa DOD harus memberi manfaat nyata, mulai dari penguatan prestasi, penyediaan sarana, hingga pengembangan budaya olahraga di tengah masyarakat Pulang Pisau. (ds)












