LAMANDAU – Pemerintah Kabupaten Lamandau menegaskan komitmen dalam pelestarian budaya Kaharingan melalui pengiriman kontingen ke Festival Tandak Intan Kaharingan ke-12 tahun 2025. Pelepasan kontingen ini menjadi momen penting bagi upaya regenerasi budaya daerah.
Festival di Muara Teweh pada 23-27 November 2025 ini memperlombakan berbagai kategori seni dan adat Kaharingan—mulai dari paduan seni tradisi, prosesi adat, hingga pameran kreasi budaya Dayak.
Pemkab Lamandau menilai generasi muda perlu diberi ruang untuk belajar dan menampilkan identitas budaya mereka. Festival ini menjadi jembatan antara tradisi leluhur dan perkembangan zaman modern.
Kontingen Lamandau terdiri dari pelaku seni muda, tokoh budaya, pelatih, serta pendamping yang telah berlatih berbulan-bulan.
Mewakili Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra. Dalam sambutannya, Asisten I Triadi mengatakan Pemkab menilai festival bukan sekadar ajang lomba, tetapi wadah pembinaan karakter, memperkuat pemahaman nilai-nilai adat, serta sarana memperluas jejaring budaya antar daerah.
“Warisan budaya Kaharingan tidak boleh hanya jadi cerita. Harus dipelajari, dipraktikkan, dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya. Festival ini adalah ruang yang tepat,” tegasnya. Kamis 20 November 2025
Lamandau menargetkan peserta tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga pengalaman berharga yang memperkuat kecintaan mereka terhadap budaya Dayak.
Dengan semangat sportivitas dan kreativitas, kontingen Lamandau diharapkan dapat menjadi representasi generasi muda yang bangga dan siap menjaga identitas budaya daerah,” harapnya. (andre)












