MUARA TEWEH – Fraksi PKB menjadi salah satu fraksi yang menyoroti tingginya ketergantungan pendapatan daerah pada dana transfer pusat. Menanggapi hal itu, Bupati Barito Utara, Shalahuddin memaparkan beragam strategi peningkatan PAD melalui digitalisasi sistem perpajakan.
“Pemerintah terus melakukan upaya dalam peningkatan PAD dengan melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap tata kelola perpajakan daerah, salah satunya melalui inovasi online berbasis digital seperti My Simpatda, Tapping Box, My BPHTB, dan SI-BAGA/MyPBB bekerja sama dengan berbagai bank,” ungkapnya saat Rapat Paripurna III Masa Sidang I DPRD, Senin 24 November 2025.
Digitalisasi ini diharapkan meningkatkan akurasi data dan mempercepat layanan pembayaran pajak.
Selain itu, upaya penertiban pertambangan, dan potensi pajak di sektor perkebunan, dan sektor jasa juga terus dilakukan melalui koordinasi lintas OPD dan dialog bersama perusahaan dan dunia usaha lainnya secara berkelanjutan. Pemerintah ingin memastikan kontribusi sektor tersebut optimal terhadap PAD.
Dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, pemerintah berkomitmen memenuhi amanah regulasi seperti alokasi 20 persen untuk pendidikan. Peningkatan layanan puskesmas, rumah sakit, serta perbaikan akses jalan menjadi fokus yang tidak terpisahkan.
Bupati, Shalahuddin menegaskan pentingnya pemberdayaan UMKM, petani, dan nelayan sungai untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Data penerima bantuan sosial juga akan terus diperbaiki agar tepat sasaran dan bebas dari intervensi politik.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pengawasan CSR, reklamasi tambang, dan dampak lingkungan. Bupati memastikan bahwa integritas, transparansi, dan akuntabilitas akan menjadi landasan utama pengelolaan APBD demi mewujudkan Barito Utara yang maju dan sejahtera. (isk)












