SAMPIT – Perang melawan narkoba di Kotawaringin Timur (Kotim) kini naik level. DPRD Kotim, BNNK, dan Polres Kotim sepakat tak cuma bersinergi di kota, tapi juga turun hingga ke pintu-pintu desa dan kampus-kampus yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Ketua DPRD Kotim Rimbun menegaskan komitmen itu bukan slogan seremonial belaka. Dalam sosialisasi bahaya narkoba yang digelar untuk mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Sampit, Rimbun menyebut koordinasi antar lembaga penegak hukum dan legislatif akan terus digas, bahkan sampai ke pelosok desa yang “rawan luput pantauan”.
“Hal ini menjadi tolak ukur dan juga menunjukkan bahwa kami bersinergi dengan tugas dan fungsi kami masing-masing. ini juga tidak hanya untuk hari ini, tetapi kami berkomitmen bahwa kegiatan ini kami lanjutkan bahkan sampai ke pelosok,” kata Rimbun.
Rimbun juga menyampaikan pesan langsung, tajam, dan tanpa kode untuk siapa pun yang masih main-main dengan lingkaran peredaran narkoba. Ia mengajak mahasiswa dan masyarakat agar tak tinggal diam jika melihat keluarga, teman, atau tetangga yang terlibat.
“Kalau ada saudara, ada kawan dan masyarakat yang mencoba untuk ikut mengedarkan narkoba
Atau menjadi bandar narkoba kita bersama-sama sepakat untuk melibas dan menindak itu,” tegas Rimbun.
Sementara itu Kepala BNNK Kotim, AKBP M Fadli menyampaikan apresiasinya kepala seluruh mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Sampit yang hadir dalam acara hari ini.
“Antusias teman-teman mahasiswa itu sangat luar biasa. Mereka sebagai generasi penerus yang memang mempunyai tingkat disiplin yang tinggi, bagaimana kita bisa melawan narkotika tanpa melibatkan mereka. Mereka sebagai pelopor sekaligus sebagai duta anti narkotika,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatnarkoba, AKP Suherman, yang menjadi pemateri, menambahkan bahwa melawan narkoba tidak cukup hanya dengan menindak tetapi juga dengan melakukan pencegahan sebagaimana yang dilakukan oleh DPRD dan BNNK.
“Kalau kita hanya mengandalkan penindakan aja, bukan sia-sia tetapi kurang cukup, justru pencegahan ini yang harus didorong yang lebih diutamakan,” tandasnya.
(Utomo)












