KASONGAN – Anggota DPRD Kabupaten Katingan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sugianto, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi jalan yang menghubungkan Tumbang Samba dan Tumbang Sanamang, yang hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan. Menurutnya, jalan tersebut telah lama mengalami kerusakan parah, dan semakin sulit dilalui terutama saat musim hujan, sehingga mengganggu mobilitas warga dan distribusi barang.
“Kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada penanganan yang memadai. Setiap kali musim hujan datang, sebagian besar ruas jalan berubah menjadi berlumpur dan tergenang air, membuat kendaraan sulit melintas, bahkan terjebak,” kata Sugianto, Selasa (25/11/2025).
Politisi PKB ini menambahkan, kondisi jalan yang buruk ini sangat mengganggu kegiatan ekonomi warga, terutama yang berada di daerah hulu. Menurutnya, selain menghambat mobilitas, kerusakan jalan juga memperburuk distribusi barang, termasuk kebutuhan pokok dan hasil bumi.
“Kami sering menerima keluhan dari masyarakat setempat, yang menyebutkan bahwa akses jalan menuju Tumbang Sanamang sudah sangat berbahaya. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi menyangkut perekonomian masyarakat. Jalan ini menghambat distribusi bahan pokok dan produk pertanian,” lanjutnya.
Sugianto mendesak agar Pemerintah Kabupaten Katingan segera mengambil tindakan. Ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memprioritaskan perbaikan jalan tersebut, baik secara darurat maupun jangka panjang. Menurutnya, ruas jalan tersebut sangat vital bagi kehidupan masyarakat di dua kecamatan tersebut.
“Daerah Tumbang Sanamang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan ekonomi lokal. Namun, infrastruktur yang buruk menyebabkan daerah ini terisolasi. Pemerintah harus segera turun tangan dengan melakukan perbaikan darurat, dan merencanakan solusi permanen untuk membuka isolasi yang selama ini terjadi,” ujar Sugianto.
Selain itu, Sugianto juga berharap agar pemerintah daerah tidak hanya menanggapi masalah ini dengan janji, tetapi segera memberikan solusi konkret. Ia menegaskan bahwa infrastruktur jalan merupakan kunci utama untuk membuka aksesibilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Selama ini, masalah jalan ini menjadi ‘mimpi buruk' bagi warga yang harus menghadapinya setiap hari. Kami harap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian serius agar masalah ini segera teratasi,” tutupnya. (Kawit)












