Dishut Kalteng Bangun Kesiapsiagaan Karhutla Lewat Pelatihan Perawatan Mobil dan Mesin Pemadam

SYAHYUDI/BERITASAMPIT - Dishut Kalteng saat melaksanakan kegiatan Training Perawatan Mobil Pemadam Dan Perawatan Mesin Pemadam Waterax dan Ministriker Tahun 2025.

– Kepala Dinas Kehutanan Provinsi , Agustan Saining, mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir berhasil menurunkan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga tidak lagi masuk dalam lima bahkan sepuluh besar provinsi dengan kejadian tertinggi secara .

“Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak dalam memperkuat strategi pencegahan dan penanganan karhutla, meskipun Kalteng masih memiliki risiko tinggi karena didominasi oleh kawasan gambut,” ucapnya, Selasa 2 Desember 2025.

Capaian ini berkat kerja keras bersama dalam meningkatkan pencegahan dan penanganan kebakaran, meski kondisi lahan gambut tetap menjadi tantangan serius.

Hampir seluruh kejadian karhutla di Kalteng berasal dari aktivitas manusia, termasuk kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Cuaca panas, bukan penyebab utama kebakaran, namun mempercepat penyebaran api ketika kejadian terjadi.

“Karena itu, Dinas Kehutanan menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan petugas, terutama kemampuan dalam menggunakan dan merawat peralatan pemadaman,” tambahnya.

Kendala di lapangan sering kali bukan hanya soal akses atau minimnya sumber air, tetapi juga kondisi mesin pemadam yang tidak optimal.

“Mesin adalah kunci. Saat kebakaran terjadi, petugas membutuhkan kecepatan. Jika alat sulit dihidupkan atau tidak terawat, itu bisa menghambat penanganan,” lanjutnua.

Melalui pelatihan perawatan mobil pemadam dan mesin pemadam Waterax serta Ministriker, Agustan berharap peserta dari UPT KPH hingga petugas lapangan dapat memahami perawatan, pengoperasian, dan penanganan gangguan teknis di medan gambut. Pelatihan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman agar strategi lapangan semakin efektif.

“Kegiatan ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga wadah saling berbagi pengalaman. Kami mengapresiasi partisipasi seluruh peserta,” tuturnya.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, kesiapsiagaan petugas akan semakin kuat sehingga kebakaran dapat dicegah lebih dini atau ditangani lebih cepat.

“Tujuan kita bukan sekadar menurunkan angka karhutla, tetapi juga mengurangi dampaknya terhadap dan lingkungan,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Masyarakat Pencari Puya Terdampak Ekonomi, DPRD Kalteng Akan Cari Solusi Imbas Penutupan Pabrik
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!