PALANGKA RAYA – Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mewakili Plt. Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung mengatakan, bahwa kegiatan Konsultasi Publik Pembahasan Laporan Akhir Penyusunan dan Penetapan Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kumai bukan sekadar formalitas penyusunan laporan, tetapi ruang bertukar gagasan untuk merumuskan arah pengelolaan DAS dalam beberapa tahun mendatang.
“DAS Kumai yang selama ini menjadi nadi bagi sosial ekonomi masyarakat disebut tengah menghadapi tekanan ekologis,”ucapnya, Kamis 4 Desember 2025.
Fungsi daerah tangkapan air yang menurun hingga berulangnya banjir, serta dinamika aktivitas pelabuhan, perkebunan, permukiman, hingga kawasan konservasi, menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan berbasis data.
“Forum konsultasi publik ini diharapkan mampu memperkaya dokumen dengan masukan yang lebih valid, agar menjadi pedoman bersama lintas wilayah hingga tingkat pusat,” tambahnya.
Pemprov juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap karhutla di tengah perubahan iklim. Dokumen DAS Kumai diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan diresmikannya kegiatan ini, Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan melalui pengelolaan DAS yang lebih baik,” ungkapnya. (yud)












