PULANG PISAU – Semangat kebersamaan Handep Hapakat menjadi landasan Kedamangan Adat Kecamatan Jabiren Raya dalam menyatukan langkah para mantir adat melalui Pumpung Mantir Adat sebagai forum evaluasi pelayanan adat sekaligus penyusunan program kerja tahun 2026.
Kegiatan tahunan tersebut digelar oleh Kedamangan Adat Kecamatan Jabiren Raya sebagai ruang musyawarah untuk menilai pelaksanaan tugas kedamangan selama satu tahun berjalan serta merumuskan arah kerja ke depan yang selaras dengan pembangunan desa, kecamatan, dan daerah.
Pada Pumpung Mantir Adat tahun 2025 ini, Kedamangan Jabiren Raya mengangkat tema Handep Hapakat menjaga dan melestarikan Adat dan Budaya Dayak Ngaju Kalimantan Tengah, yang menegaskan pentingnya gotong royong dalam mempertahankan nilai-nilai adat di tengah dinamika masyarakat.
Forum adat tersebut dihadiri Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Jabiren Raya Aris Milan, Damang Jabiren Raya Saiful, Sekretaris Kedamangan Joni Supriadi, serta seluruh Mantir Adat Kecamatan dan Mantir Adat Desa se-Kecamatan Jabiren Raya.
Damang Jabiren Raya Saiful, Sabtu 13 Desember 2025, menegaskan bahwa Pumpung Mantir Adat bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan peran mantir adat dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa hingga kecamatan.
Ia menilai sinergi yang kuat antar mantir adat akan berdampak langsung pada terciptanya tatanan sosial yang harmonis, sekaligus memperkuat posisi hukum adat sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Dayak Ngaju.
“Harapan saya, mantir adat mampu menyampaikan dan menegakkan pentingnya pelaksanaan hukum adat di setiap sisi kehidupan masyarakat, sehingga kehidupan di desa dan kecamatan berjalan tertib, adil, dan sesuai dengan aturan adat yang berlaku,” pungkas Saiful. (denny)












