Kesepakatan Dilanggar, Gereja dan Klinik Protes Pelaksanaan Motorprix Kotim 2025

UTOMO/BERITA SAMPIT - Suasana di Jalan S Parman dari depan gereja menunu Klinik Obor Terapung yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

SAMPIT – Pelaksanaan Motorprix Kotim Open Race 2025 di kawasan Taman Kota Sampit menuai keberatan serius dari Gereja Katolik Santo Joan Don Bosco Sampit dan Klinik Obor Terapung. Pihak gereja menilai panitia penyelenggara tidak mematuhi kesepakatan awal yang telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama pemerintah daerah.

Ketua Dewan Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit, Adrianus Salampak, menegaskan persoalan utama terletak pada tertutupnya akses vital Jalan S. Parman, yang seharusnya tetap dibuka sebagai jalur utama menuju gereja dan fasilitas layanan .

“Yang disepakati itu akses ke Klinik Obor Terapung harus tetap terbuka. Tapi faktanya, di ujung Jalan S. Parman dekat Museum Kayu tertutup penuh oleh parkir mobil dan motor, sehingga kendaraan sama sekali tidak bisa lewat,” ujar Salampak pada Sabtu 13 Desember 2025.

Dirinya mengatakan bahwa kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas layanan publik maupun kegiatan internal gereja.

“Kami tadi ada rapat sampai sekitar jam setengah empat sore. Ketika mau keluar, itu sulit sekali karena parkir kendaraan sudah dua lapis di kiri dan kanan jalan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa situasi tersebut menampakkan panitia penyelenggara tidak mampu mengendalikan arus penonton dan parkir kendaraan, padahal akses tersebut telah disepakati sebagai jalur vital yang harus dijaga dan steril tanpa gangguan.

“Kalau aksesnya tertutup seperti itu, jelas tidak sesuai dengan perjanjian awal. Seharusnya ujung jalan itu ditutup dari kendaraan penonton, kecuali kendaraan yang memang berkepentingan ke gereja atau ke klinik,” tegasnya.

Selain persoalan akses Jalan S Parman, pihak gereja juga menyoroti penerapan jalur steril selebar 2,5 meter di Jalan Yos Sudarso yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan rapat sebelumnya.

“Kesepakatan kemarin jelas, jalur steril 2,5 meter itu dari Jalan S. Parman sampai ke Jalan Pemuda. Tapi yang kami lihat di lapangan, itu hanya sebagian saja,” kata Adrianus.

Ia menjelaskan, jalur pengaman tersebut hanya terlihat sampai depan sekretariat, sementara dari titik tersebut hingga ke Jalan Pemuda tidak diterapkan sebagaimana yang telah disepakati bersama.

“Itu yang tidak sesuai dari kesepakatan kemarin. Seharusnya panjang jalur sterilnya sampai ke ujung Jalan Pemuda,” ujarnya.

Lebih lanjut ia turut menyoroti kewajiban panitia untuk memastikan akses layanan publik, terutama layanan di Klinik Obor Terapung, tetap berjalan normal selama kegiatan berlangsung.

“Walaupun di depan klinik dibuka 2,5 meter, ambulans tetap tidak bisa masuk karena akses di ujung jalan tertutup semua oleh parkir kendaraan,” katanya.

Diketahui sebelumnya, dalam rapat koordinasi yang difasilitasi , ditegaskan bahwa jalur evakuasi medis tidak boleh terhalang dalam kondisi apapun.

“Kami bukan menolak kegiatan . Tapi ketika kesepakatan yang sudah dibuat bersama tidak dijalankan di lapangan, tentu ini menjadi catatan serius,” pungkas Adrianus.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara Motorprix Kotim Open Race 2025 belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dari pihak gereja dan Klinik Obor Terapung tersebut.

(Utomo)

baca juga ...  Betang FC Hujani Gol ke Gawang Keruing FC, Menang Telak 9-0 di HNR Cup I 2025
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!