PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, mengungkapkan sejumlah tantangan pembangunan di Bumi Tambun Bungai di tengah proyeksi penurunan APBD tahun anggaran 2026 yang menyentuh angka Rp5,4 triliun.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi VII DPR RI di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin 15 Desember 2025.
Edy menjelaskan bahwa penurunan APBD 2026 dari tahun sebelumnya disebabkan oleh langkah efisiensi anggaran. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap fokus pada program strategis nasional.
“Ini bukan bentuk keluhan, melainkan gambaran kondisi riil yang dihadapi daerah. Dalam kondisi apa pun, kami tetap berkomitmen mendukung Asta Cita Bapak Presiden dan memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegas Edy.
Selain memaparkan kondisi fiskal, Edy turut mengenalkan potensi kekayaan sumber daya alam dan produk unggulan berbasis kearifan lokal. Di sektor UMKM, Kalteng mengandalkan kerajinan getah nyatu, anyaman rotan, kain benang bintik, hingga produk pangan olahan seperti abon haruan dan madu hutan.
Di sektor pariwisata, Kalteng terus mendorong pengembangan destinasi kelas dunia dan pelestarian budaya sebagai daya tarik investasi dan ekonomi kreatif.
“Kalimantan Tengah memiliki destinasi wisata unggulan kelas dunia seperti Taman Nasional Tanjung Puting dan Taman Nasional Sebangau, serta kekayaan budaya Rumah Betang yang terus kami dorong pengembangannya,” pungkasnya.
(Syauqi)












