PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiagakan 774 personel untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pengamanan ini dilakukan melalui sandi Operasi Lilin Telabang 2025.
Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, Polri bersinergi dengan personel gabungan dari TNI serta instansi terkait lainnya di wilayah Kalteng.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa apel gelar pasukan bertujuan untuk mengecek kesiapan akhir personel maupun sarana prasarana (sarpras), serta memantapkan sistem koordinasi di lapangan.
“Operasi ini digelar sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi dengan instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan kegiatan Natal serta pergantian tahun,” ujar Irjen Iwan usai memimpin apel di Palangka Raya, Jumat, 19 Desember 2025.
Kapolda merincikan, sebanyak 774 personel akan disebar ke 55 pos yang terdiri dari pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan.
“Total ada 55 pos yang didirikan, terdiri dari 14 pos terpadu yang diisi oleh seluruh instansi terkait, 17 pos pelayanan, dan 24 pos pengamanan,” jelasnya.
Iwan menambahkan, pos pelayanan difungsikan untuk membantu masyarakat yang melakukan mudik atau aktivitas ibadah. Di sana, petugas bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memberikan fasilitas bagi warga.
“Misalnya, ketika masyarakat butuh istirahat, kami sudah siapkan tempatnya. Jika butuh bantuan pengobatan, ada petugas dari dinas kesehatan. Bahkan jika ada kendala kendaraan, kami siapkan bengkel sederhana untuk membantu,” imbuhnya.
Sementara itu, pos pengamanan ditempatkan di lokasi strategis seperti tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga objek vital seperti bandara, pelabuhan, dan terminal. Kapolda menegaskan bahwa pihaknya bersama Gubernur dan Pangdam serta seluruh instansi terkait telah siap sepenuhnya untuk mengawal perayaan akhir tahun.
“Mudah-mudahan pelaksanaan berjalan lancar dan situasi di wilayah Kalteng tetap kondusif. Dengan begitu, masyarakat khususnya umat Kristiani dapat beribadah dengan tenang, dan seluruh warga Kalteng bisa merayakan pergantian tahun dengan aman dan damai,” pungkasnya.
(Syauqi)












