Plt Sekda Kalteng Sebut Penyelesaian Tapal Batas Terus Berprogres

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Plt Sekda Kalteng, Leonard S Apung.

– Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) (Kalteng), Leonard S. Ampung, menyatakan bahwa proses penyelesaian tapal batas antardesa di wilayah setempat hingga kini masih terus berjalan atau berprogres.

“Artinya taoal batas ini kan masih berprogres ya dari ke ,” ujar Leo saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 31 Desember 2025.

Leonard menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam percepatan ini adalah persoalan anggaran. Menurutnya, diperlukan kolaborasi pendanaan yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, hingga tingkat .

“Cuman masalahnya (tapal batas ) itu di danai di APBN enggak? Adanya dari dana . Dana untuk apa semua program operasional semua habis lah. kalau dari APBN semua sporting juga kolaborasi kan dengan Kabupaten, dengan dana ,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama karena target penyelesaian tapal batas sudah rampung pada 2024 lalu.

“Semua ini harus kerja bareng , kecamatan dan Kabupaten, itu yang utama. Sampai di provinsi ini kan sudah aman, tinggal tok,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan (PMD) Kalteng Aryawan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini baru 64 dari total 1.432 di Kalteng yang telah menyelesaikan tapal batas secara administratif melalui peraturan bupati.

“Di Provinsi Kalteng itu baru 64 yang sudah selesai berupa peraturan Bupatinya dari 1432 ,” ujar Aryawan, Selasa, 30 Desember 2025.

Ia menjelaskan, persoalan tapal batas menjadi semakin krusial seiring dengan percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih. Dalam proses tersebut, sejumlah dihadapkan pada persoalan aset yang berbatasan langsung dengan lain sehingga memicu konflik administrasi.

“Ketika pembentukan Koperasi Merah Putih, mereka menyiapkan aset nih, ternyata ada beberapa yang asetnya berbatasan dengan sebelah. Sehingga masih bermasalah,” jelasnya.

Menurut Aryawan, sejak awal pihaknya telah menekankan pentingnya penyelesaian tapal batas sebelum program koperasi digulirkan. Kepastian tapal batas dinilai penting agar memiliki dasar yang jelas dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

“Nah ini salah satu kendala bahwa tapal batas harus diselesaikan. Karena secara administrasi, mereka mudah nanti, ketika itu sudah selesai, dasar hukumnya jelas mereka tidak konflik,” ujarnya.

Terkait target penyelesaian, Aryawan menyebutkan bahwa seharusnya tapal batas sudah rampung pada 2024. Namun, sejumlah kendala masih dihadapi, terutama karena karakteristik wilayah Kalteng yang kaya sumber daya alam.

“Target kita harus rampung harusnya tahun 2024 itu sudah selesai. Kalteng kaya sumber daya alam luar biasa sementara posisi kita ada lingkungan hutan, perkebunan da pertambang,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Pemprov Kalteng Akan Tunjuk Plt Kadis ESDM, SK Diteken Hari Ini
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!